Transformasi Asia Barat 25 Juli 2020
-
Pasukan AS
Transformasi Asia Barat selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai penarikan pasukan AS dari Irak, dan serangan roket ke arah pangkalan militer negara ini di Irak.
Selain itu, jenderal AS mendadak mengunjungi Tel Aviv di tengah situasi Timur tengah yang semakin memanas, Israel membatalkan latihan perang karena khawatir diserang Hizbullah Lebanon, statemen jenderal Zionis bahwa Hizbullah mampu menyerang anjungan minyak Israel, ulama Bahrain menyatakan berlanjutnya perlawanan terhadap rezim Al Khalifa, dan Qatar Airways mengajukan gugatan 5 miliar dolar terhadap Arab Saudi cs.
Pasukan AS Keluar dari Pangkalan di Irak Pekan Depan
Wakil Komandan pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat mengabarkan penarikan mundur pasukan Amerika dari Irak secara bertahap, dan penyerahan pangkalan militer Besmaya kepada angkatan bersenjata Irak dua hari mendatang.
Situs berita Irak, Al Masalah, Kamis (23/7/2020) melaporkan, Mayjend Kenneth Ekman, Wakil Komandan pasukan koalisi Amerika atau Combined Joint Task Force Operation Inherent Resolve, CJTF-OIR mengatakan, kini tidak ada lagi kekhawatiran terkait kembalinya Daesh ke Irak, dan pasukan Irak jauh lebih kuat dari Daesh.
Ekman mengabarkan sejumlah pangkalan militer Amerika sudah diserahkan kepada pasukan Irak. Menurutnya, pangkalan latihan Besmaya di dekat Baghdad, Sabtu (25/7) mendatang akan diserahkan ke pasukan Irak.
Wakil Komandan CJTF-OIR menambahkan, jumlah pasukan Amerika yang mendominasi pasukan koalisi internasional di Suriah dan Irak, secara bertahap dengan koordinasi pemerintah Irak, akan segera dikurangi.
Empat Roket Hantam Pangkalan AS di Irak
Empat roket Katyusha ditembakkan ke pangkalan pasukan teroris Amerika, Basmaya di tenggara Baghdad, Irak pada Jumat (24/7/2020) malam.
Pusat Komando Operasi Gabungan Irak dalam sebuah pernyataan membenarkan bahwa empat roket Katyusha ditembakkan ke pangkalan Basmaya.
Beberapa truk pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang ditimbulkan akibat serangan roket. Sejauh ini belum ada laporan rinci mengenai serangan itu.
Kedutaan AS di Baghdad dan pangkalan pasukan teroris Amerika di Irak termasuk pangkalan Basmaya, al-Taji, dan al-Balad menjadi sasaran serangan roket dalam beberapa bulan terakhir.
Rakyat dan para politisi Irak telah lama menyuarakan penentangannya terhadap kehadiran pasukan AS di negara mereka. Anggota parlemen Irak pada 5 Januari 2020 meloloskan sebuah resolusi tentang pengusiran pasukan AS.
Mufti Sunni Irak: Kalian Khianati Sunni jika tidak Dukung Pengusiran Pasukan AS
Mufti Sunni Irak Syeikh Mahdi al-Sumaidaei menekankan pengusiran pasukan pendudukan pimpinan Amerika dari negara itu.
Dikutip dari situs al-Maalomah, Syeikh Mahdi al-Sumaidaei pada Kamis (23/7/2020) mengatakan masing-masing dari perwakilan Ahlu Sunnah berkhianat kepada mazhab Sunni dan Irak jika mereka tidak mendukung pengusiran pasukan pendudukan.
Rakyat dan para politisi Irak telah lama menyuarakan penentangannya terhadap kehadiran pasukan AS di negara mereka.
Anggota parlemen Irak pada 5 Januari 2020 meloloskan sebuah resolusi tentang pengusiran pasukan AS.
Sementara itu, Wakil Komandan Pasukan Koalisi Internasional Pimpinan AS, Mayor Jenderal Kenneth Ekman mengabarkan penarikan bertahap pasukan AS dari Irak dan penyerahan pangkalan militer Besmaya kepada Angkatan Bersenjata Irak pada Sabtu depan.
Timteng Memanas, Jenderal AS Mendadak Kunjungi Tel Aviv
Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal melakukan kunjungan mendadak ke tanah pendudukan Palestina dan bertemu dengan para petinggi militer rezim Zionis.
Seperti dilansir The Washington Post, kunjungan Jenderal Milley dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat (Timur Tengah). Dia bertemu dengan Menteri Peperangan Israel Benny Gantz, Kepala IDF Letnan Jenderal Aviv Kohavi, dan Direktur Mossad Yossi Cohen, bersama dengan para petinggi lainnya.
Rezim Zionis mengambil berbagai tindakan untuk mempertahankan eksistensinya termasuk rencana aneksasi Tepi Barat, serangan udara ke Suriah, dan mengobarkan permusuhan dengan Iran. AS menganggap Israel sebagai mitra strategisnya dan selalu mendukung tindakan-tindakan rezim itu di Asia Barat.
Takut Diserang Hizbullah, Israel Batalkan Latihan Perang
Beberapa sumber Israel melaporkan pembatalan latihan perang rezim Zionis karena takut akan menghadapi aksi serangan dari Hizbullah Lebanon.
Berita pembatalan ini muncul tidak lama setelah Hizbullah Lebanon dalam sebuah pernyataan Rabu (22/7/2020) mengkonfirmasi gugurnya seorang pejuang gerakan itu dalam serangan udara rezim Zionis di sekitar ibu kota Suriah, Damaskus.
Media rezim Zionis hari Kamis (23/7/2020) melaporkan para komandan tentara Israel membatalkan latihan militer di perbatasan utara dengan Lebanon.
Russia Today mengutip sumber yang dekat dengan Hizbullah di Lebanon mengatakan bahwa gerakan Islam ini sedang bersiap untuk menanggapi pembunuhan pejuangnya di Suriah.
Berita lainnya, sejumlah tentara rezim Zionis terbunuh dan terluka ketika sebuah jip militer Israel terbalik. Tapi militer Israel menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut dan hanya merujuk pada penyelidikan polisi.
Jenderal Zionis: Hizbullah Mampu Serang Anjungan Minyak Israel
Seorang jenderal Israel mengatakan, Hizbullah Lebanon sekarang memiliki kemampuan untuk menyerang anjungan minyak lepas pantai rezim Zionis di Laut Mediterania jika terjadi konfrontasi di masa depan.
Surat kabar Israel Hayom pada Jumat (24/9/2020) menyatakan bahwa komandan pangkalan Angkatan Laut Israel di Haifa, Brigadir Jenderal Gil Aginsky mengakui Hizbullah punya kemampuan untuk menyerang target-target di laut.
"Hizbullah sedang mengembangkan kemampuan pertahanannya sehingga jika terjadi perang, mereka akan menyerang anjungan minyak lepas pantai di laut," ujarnya.
"Militer Israel telah belajar dari serangan rudal Hizbullah terhadap korvet INS Hanit pada 14 Juli 2006, selama perang 33 hari dan bahaya serangan ini masih ada," kata Brigjen Aginsky.
Ulama Bahrain: Perlawanan terhadap Rezim Al Khalifa Berlanjut !
Pemimpin gerakan Islam Bahrain, Sheikh Isa Qassim menyatakan bahwa perlawanan rakyat Bahrain terhadap rezim Al-Khalifa akan terus berlanjut.
Ulama terkemuka Bahrain ini dalam sebuah pernyataan Selasa malam mengatakan bahwa tugas yang yang diemban rakyat Bahrain saat ini adalah melanjutkan perlawanan sampai situasi saat ini diperbaiki.
Sheikh Qassim menambahkan, "Meskipun tidak ada aksi bersenjata melawan rezim Al Khalifa di Bahrain, tapi penjara-penjara Bahrain dipenuhi para tahanan politik, dan pengadilan selalu mengeluarkan hukuman yang keras.
Sheikh Isa Qasim juga menunjukkan kejahatan rezim Al Khalifa terhadap rakyat Bahrain, termasuk dengan mengeluarkan vonis hukuman mati terhadap aktivis politik dan pejuang hak asasi manusia. Bahrain dilanda protes rakyat yang menuntut demokratisasi sejak 14 Februari 2011.
Lawan Sanksi Saudi cs, Qatar Airways Ajukan Gugatan 5 Miliar Dolar
Qatar Airways mengatakan Arab Saudi dan sekutunya yang menjatuhkan sanksi terhadap Qatar, termasuk menutup jalur udara negara mereka terhadap maskapai internasional ini harus membayar setidaknya 5 miliar dolar sebagai kompensasi atas kerugian yang dialaminya.
Surat kabar Al-Araby Al-Jadeed melaporkan, Qatar Airways mengajukan tiga permintaan kepada badan arbitrase internasional mengenai gugatan kepada Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain dan Mesir.
Maskapai penerbangan internasional milik pemerintah Qatar ini menekankan bahwa tujuan gugatan ini untuk menebus kerugian akibat embargo yang dilancarkan Arab Saudi dan sekutunya.
Sebelumnya, Mahkamah Internasional (ICJ) beberapa hari lalu memutuskan bahwa Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) harus mengkaji pengaduan Qatar Airways terhadap empat negara Arab yang mengembargo negaranya.
Ketegangan antara Qatar dan empat negara Arab meletus sejak 5 Juni 2017 yang berlanjut hingga kini, ketika Arab Saudi secara sepihak menjatuhkan sanksi terhadap Doha, yang diikuti UEA, Bahrain dan Mesir.(PH)