Mosi Percaya untuk Al-Hariri; Sang Penyelamat yang Membuat Krisis
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i86539-mosi_percaya_untuk_al_hariri_sang_penyelamat_yang_membuat_krisis
Saad al-Hariri sekali lagi memenangkan mosi percaya di parlemen Lebanon sebagai perdana menteri.
(last modified 2026-02-01T17:53:24+00:00 )
Okt 24, 2020 10:27 Asia/Jakarta

Saad al-Hariri sekali lagi memenangkan mosi percaya di parlemen Lebanon sebagai perdana menteri.

Mosi percaya pada al-Hariri untuk membentuk kabinet mengandung beberapa poin.

Poin pertama, ini adalah ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir Saad al-Hariri ditunjuk untuk membentuk kabinet Lebanon. Dia telah membentuk kabinet Lebanon pada 2016 dan 2018, tetapi mengundurkan diri sebagai perdana menteri Lebanon pada Oktober 2019 setelah 13 hari protes rakyat.

Saad al-Hariri, Perdana Menteri Lebanon

Poin kedua, Dari 128 anggota parlemen Lebanon, hanya 65 yang mendukung al-Hariri, sementara Mustapha Adib menerima mosi percaya di parlemen dengan 90 suara mendukung. Dengan kata lain, Saad al-Hariri hanya berhasil mendapatkan kuorum yang disyaratkan untuk mosi percaya dari parlemen.

"Al-Hariri mendapat 25 suara lebih sedikit dari Adib di parlemen Lebanon, sementara Adib tidak memiliki kedalaman politik di negara itu," ujar Seyed Hadi Seyed Afghahi, pakar urusan Asia Barat.

Poin ketiga, Hizbullah Lebanon dan Gerakan Nasional Bebas tidak mendukung Perdana Menteri Saad al-Hariri, tetapi gerakan Amal mendukung al-Hariri. Bahkan di internal kelompok 14 Maret, beberapa kelompok menentang perdana menteri al-Hariri. Walid Jumblatt, pemimpin Partai Sosialis Progresif, dan Samir Geagea, pemimpin Partai Pasukan Lebanon atau Partai Phalangis, kembali mengumumkan penentangan mereka terhadap al-Hariri sebagai perdana menteri. Oleh karena itu, Saad al-Hariri diperkenalkan untuk membentuk kabinet dengan suara yang rapuh sebagai perdana menteri.

Poin keempat, media-media yang dekat dengan Hariri melakukannya dan memperkenalkannya sebagai penyelamat Lebanon. Lebanon memiliki tiga perdana menteri dalam empat tahun terakhir, termasuk Saad al-Hariri, Hassan Diab, dan Mustapha Adib. Dengan kegagalan Adib membentuk kabinet, jika al-Hariri dapat membentuk kabinetnya sendiri, itu akan menjadi kabinet Lebanon keempat dalam empat tahun terakhir, dengan al-Hariri sendiri yang membentuk tiga kabinet.

Dia juga menjabat sebagai perdana menteri Lebanon dari 2009 hingga 2011. Dengan kata lain, dalam dekade terakhir, al-Hariri telah menjadi perdana menteri Lebanon selama lima tahun. Dengan demikian, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana orang yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Lebanon lebih dari orang lain bisa menjadi penyelamat Lebanon dari banyak masalah di berbagai bidang? Faktanya, alasan utama penentangan Hizbullah dan Gerakan Nasional Bebas terhadap Perdana Menteri al-Hariri adalah karena dia memainkan peran kunci dalam membentuk krisis Lebanon.

Poin kelima, setelah mendapatkan mosi percaya dari parlemen, al-Hariri mengatakan dia akan membentuk pemerintahan yang terdiri dari para ahli non-partai yang ditugaskan untuk reformasi ekonomi dan keuangan untuk Lebanon, dan bahwa fraksi-fraksi kunci di parlemen telah menjanjikan dukungan kepada pemerintah untuk melaksanakannya. Namun, kinerja al-Hariri, terutama pada 2018, menunjukkan bahwa ia bertindak sangat "partisan", bahkan tidak mengizinkan kelompok Sunni di luar kelompok 14 Maret untuk bermanuver. Karenanya, pembentukan kabinet non-partai seakan-akan hanya slogan media.

Saad al-Hariri, Perdana Menteri Lebanon

Poin keenam, al-Hariri akan membentuk kabinet untuk ketiga kalinya dalam empat tahun, dengan mencermati ia hanya mendapat dukungan 65 suara dari anggota parlemen, maka ia kemungkinan akan membentuk kabinet dengan suara yang rapuh. Pada saat yang sama, jika kabinetnya berhasil membentuk kabinet, maka akan dihadapkan pada tantangan yang cukup signifikan seperti berbagai masalah ekonomi, pandemi Corona dan perpecahan politik yang tajam di Lebanon.