Dukungan Internasional Hentikan Perang di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i90108-dukungan_internasional_hentikan_perang_di_yaman
Kemarin, Senin, 25 Januari diperingati sebagai "Hari Dukungan Internasional terhadap Yaman" yang digelar di beberapa negara lain untuk mengutuk agresi koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman dan menghentikan perang di negara ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 26, 2021 17:01 Asia/Jakarta
  • Anak-anak Yaman menjadi korban utama perang yang disulut koalisi Saudi
    Anak-anak Yaman menjadi korban utama perang yang disulut koalisi Saudi

Kemarin, Senin, 25 Januari diperingati sebagai "Hari Dukungan Internasional terhadap Yaman" yang digelar di beberapa negara lain untuk mengutuk agresi koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman dan menghentikan perang di negara ini.

Yaman adalah negara Arab termiskin di Asia Barat. Kemiskinan yang meluas adalah warisan lebih dari tiga dekade pemerintahan Ali Abdullah Saleh di Yaman. Ketika perlawanan rakyat Yaman terhadap pemerintahan diktator Abdullah Saleh dimulai pada 2011, negara itu praktis menyaksikan pemerintahan yang bangkrut dan gagal.

Tujuan utama perlawanan rakyat terhadap pemerintahan Abdullah Saleh untuk menciptakan tatanan baru yang dikehendaki rakyat demi meningkatkan taraf hidupnya. Tetapi intervensi Arab Saudi dan beberapa negara Arab bersama dengan Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa justru membuat masalah di Yaman semakin kompleks.

Hasil dari campur tangan terang-terangan ini adalah naiknya kekuasaan Abdul Rabbuh Mansour Hadi, wakil Abdullah Saleh yang berusia dua dekade dalam pemilu dengan calon tunggal pada 2012. Seiring kegagalan Mansour Hadi, gelombang perlawanan kedua rakyat Yaman terjadi pada musim panas 2014, yang menyebabkan pelarian Hadi dari negara tersebut dan akhirnya terjadi serangan Arab Saudi terhadap negara tetangganya sendiri.

Hasil dari serangan ini adalah perang selama enam tahun dengan seratus ribu orang tewas, ratusan ribu luka-luka, dan sekitar empat juta mengungsi, juga dan hancurnya 85 persen infrastruktur Yaman. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres secara eksplisit menyatakan bahwa Yaman sedang menghadapi bencana kemanusiaan terbesar di dunia dalam dua dekade terakhir. Situasi ini disebabkan oleh dua faktor utama yaitu: intervensi Arab-Barat pada 2011 dan perang yang disulut koalisi Saudi sejak 2015 hingga kini. 

 

 

Tanggal 25 Januari dinyatakan sebagai hari dukungan internasional terhadap Yaman. Pada 25 Januari 2021, masyarakat dari berbagai negara dunia menyatakan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Yaman dan kecaman terhadap perang yang disulut koalisi Saudi. 

Pesan utama dari aksi kemarin di Yaman dan negara-negara lain mengenai opini publik dunia terhadap kejahatan Al-Saud di Yaman, yang menimbulkan masalah kemanusiaan dari kelaparan, wabah penyakit, kerawanan pangan hingga kematian. Al-Saud melancarkan agresinya terhadap Yaman dengan dukungan Barat, terutama Amerika Serikat.

Faktanya, pawai dukungan terhadap Yaman kemarin juga menyampaikan pesan kepada pemerintahan baru AS yang dipimpin oleh Joe Biden supaya mengakhiri aksi destruktif di era Trump yang mendukung Al Saud dalam mengobarkan perang di Yaman. Di sisi lain, memberikan tekanan terhadap Riyadh supaya menghentikan perang, kejahatan, dan blokade Yaman.

Pemerintahan baru AS tampaknya menyadari kejahatan Al Saud terhadap Yaman. Dalam nada yang sama, Departemen Keuangan AS kemarin menangguhkan selama sebulan sanksi yang dijatuhkan di era Trump kepada Ansarullah Yaman.

Langkah itu bisa menjadi tanda positif dari perubahan pendekatan pemerintah AS terhadap perang Yaman, sebagaimana yang terlihat dalam tuntutan para pengunjuk rasa kemarin. Para demonstran Yaman dan non-Yaman mengutuk perang yang dikobarkan Arab Saudi, dan mengecam tindakan AS yang menyebut Ansarullah sebagai organisasi teroris.(PH)