Menlu Arab Saudi Klaim Program Nuklir Sipil Iran Ancaman bagi Kawasan
-
Faisal bin Farhan Al Saud
Menteri Luar Negeri Arab Saudi di sebuah klaim terbarunya menyebut program nuklir sipil dan kemampuan pertahanan Republik Islam Iran sebagai ancaman bagi keamanan kawasan Asia Barat.
Menurut laporan Tasnim News, Faisal bin Farhan Al Saud Senin (8/2/2021) seraya merilis klaim bahwa aktivitas nuklir damai dan kemampuan rudal Iran mengancam keamanan kawasan, meminta masyarakat internasional mengambil tindakan di kasus ini dan mencegah Iran melanjutkan langkahnya tersebut.
Menlu Saudi baru-baru ini juga menyebut langkah Iran menurunkan komitmen JCPOAnya sesuai dengan pasal 26 dan 36 kesepakatan ini sebagai pelanggaran nyata terhadap JCPOA dan mengklaim program nuklir sipil Iran bertentangan dengan perjanjian internasional.
Klaim menggelikan menlu Saudi dirilis ketika Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sampai saat ini berulang kali membenarkan status damai aktivitas nuklir dan komitmen Iran di JCPOA.
Klaim Arab Saudi anti Iran mengemuka ketika Arab Saudi disebut-sebut tengah memulai proses pengayaan uranium secara rahasia.
Wakil tetap Republik Islam Iran di organisasi internasional di Wina baru-baru ini di sidang Dewan Gubernur IAEA seraya mengisyaratkan terkuaknya sejumlah aktivitas nuklir rahasia Arab Saudi, meminta organisasi ini dan Dewan Gubernur meraih jaminan bahwa Riyadh mematuhi komitmennya di bawah perjanjian Safeguards.
Kazem Gharibabadi di sidang ini mengungkapkan kekhawatiran Arab Saudi tidak menjalankan penuh perjanjian safeguard dan kebungkaman mereka yang selalu menyuarakan kekhawatiran menjaga integritas perjanjian ini.
Ia juga memperingatkan bahwa sejarah tengah berulang dan Arab Saudi meniti jalan yang pernah dilalui oleh rezim Zionis Israel serta mencitrakan dirinya tidak memiliki keharusan untuk berkomitmen dengan perjanjian apa pun, karena bukan anggota dari Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT). (MF)