Perang Yaman Jadi Pasar Penjualan Senjata bagi AS dan Eropa
-
Ilustrasi rudal dan jet tempur buatan Inggris.
Juru bicara Gerakan Ansrullah Yaman, Mohammed Abdul Salam mengatakan perang Yaman adalah pasar untuk penjualan peralatan tempur buatan Amerika Serikat dan Eropa.
"AS, Inggris, dan negara-negara yang menyerang Yaman, tidak senang atas kemajuan yang dicapai oleh pasukan militer dan komite rakyat Yaman, karena mereka tidak mencari perdamaian dan mereka punya tujuan lain," kata Abdul Salam dalam wawancara dengan televisi Almasirah, Rabu (24/3/2021) malam.
Menurutnya, negara-negara agresor telah kalah secara militer dan sekarang berusaha memaksakan berbagai solusi politik sehingga dapat memperoleh hal-hal yang telah gagal diraih di medan perang.
Mengacu pada perang di Ma'rib, Abdul Salam menuturkan perang di Ma'rib terjadi karena keberadaan pasukan asing dan anasir takfiri. Provinsi Ma'rib telah dijadikan sebagai pusat operasi untuk menyerang daerah-daerah sekitar.
"Perundingan dan prakarsa yang diklaim oleh para agresor tidak akan menciptakan perdamaian di Yaman, tetapi operasi balas dendam terhadap musuh dan serangan ke negara-negara agresor akan berperan dalam mencapai solusi politik," pungkasnya. (RM)