Perundingan Hamas-Fatah di Qatar Berakhir
Perundingan antara delegasi Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) dan gerakan Fatah di Doha, ibukota Qatar telah berakhir tanpa hasil yang berarti.
Menurut AFP, negosiasi antara Hamas dan Fatah yang telah berlangsung selama 48 jam telah berakhir pada Senin (8/2/2016) malam, namun para peserta perundingan tersebut tidak mengabarkan kemajuan atau hasil signifikan dari proses panjang rekonsiliasi nasional Palestina.
Kantor berita resmi Tepi Barat menyebutkan, Azzam al-Ahmad dan Khaled Meshal, masing-masing ketua delegasi Fatah dan Hamas telah berunding di Doha selama dua hari.
Dalam perundingan yang difasilitasi oleh Qatar tersebut, Hamas dan Fatah mengevaluasi strategi dan mekanisme yang diperlukan untuk rekonsiliasi nasional serta penentuan jadwal untuk menjalankan kesepakatan.
Setelah menentukan strategi dan jadwal, partai-partai Palestina menyetujuinya dan komitmen untuk melaksanakannya.
Hamas dan Fatah telah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi nasional pada tahun 2014 atas mediasi Mesir.
Kesepakatan tersebut menekankan pembentukan Pemerintahan Persatuan Nasional, penyelenggaraan pemilu pemimpin Otorita Ramallah dan pemilu Dewan legislatif Palestina.
Sayangnha, Otorita Ramallah yang dipimpin Mahmoud Abbas selalu menghambat pembentukan Pemerintahan Persatuan Nasional. (IRIB Indonesia/RA)