Pidato Sayid Nasrullah terkait Kesyahidan Komandan Hizbullah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i9589-pidato_sayid_nasrullah_terkait_kesyahidan_komandan_hizbullah
Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) memperingatkan rezim Zionis Israel terkait dengan teror terhadap para pejuang Hizbullah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 21, 2016 00:11 Asia/Jakarta
  • Pidato Sayid Nasrullah terkait Kesyahidan Komandan Hizbullah

Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) memperingatkan rezim Zionis Israel terkait dengan teror terhadap para pejuang Hizbullah.

Sayid Hassan Nasrullah memperingatkan hal itu dalam pidatonya di acara tujuh hari kesyahidan Mustafa Badreddine, komandan senior Hizbullah, melalui video conference di kompleks Sayid al-Syuhada (as) di Dahiye, selatan Beirut, Jumat (20/5/2016) sore. Demikian dilansir jaringan televisi al-Mayadeen.

Ia memperingatkan rezim Zionis dan musuh-musuh Muqawama bahwa jika mereka terlibat dalam teror terhadap Syahid Badreddine, maka Hizbullah akan meresponnya langsung dan tegas.

Sekjen Hizbullah mengatakan, sejumlah penguasa Arab selama sepekan lalu "menyerang" Muqawama melebihi Israel.

Ia menambahkan, Hizbullah telah melakukan penyelidikan dan tidak ada tanda yang menunjukkan keterlibatan rezim Zionis dalam meneror Syahid Badreddine, meskipun Muqawama tidak membebaskan Israel dari tuduhan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, lanjut Sayid Nasrullah, kelompok-kelompok bersenjata di Suriah yang meneror Syahid Mustafa Badreddine.

"Rezim Zionis mengaku tidak memiliki peran dalam meneror Sayid Mustafa Badreddine, namun sejumlah (penguasa) Arab yang melayani Amerika Serikat dan Israel telah melampaui Israel dan lebih Israel," kata Sayid Nasrullah.

Sekjen Hizbullah menjelaskan, Sayid Badreddine memiliki peran besar dan penting di medan-medan pertempuran melawan musuh dan teroris Takfiri terutama kesuksesan Hizbullah, militer Suriah dan sekutunya dalam mencegah jatuhnya negara ini.

Menurut Sayid Nasrullah, ketika Hizbullah memutuskan untuk masuk ke Suriah guna menghadapi kelompok-kelompok teroris Takfiri, Sayid Badreddine bertanggung jawab untuk memimpin unit-unit militer dan keamanan Hizbullah.

Ia mengatakan, para pejuang Hizbullah bersama pasukan pemerintah Suriah melawan berbagai kelompok teroris di negara Arab ini, termasuk Daesh dan Front al-Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaeda

Sekjen Hizbullah menjelaskan, Sayid Badreddine awalnya mengarahkan operasi Suriah dari Lebanon, namun kemudian "bersikeras" untuk bepergian ke Suriah guna mengawasi secara langsung operasi sensitif tersebut.

"Berkat upaya dan keberadaan Sayid Mustafa Badreddine, resistensi mulia –dengan partisipasi para pejuang Hizbullah yang berada di samping militer dan pasukan relawan Suriah, semua sekutu serta berkat darah para Syuhada dan veteran– mampu meraih kesuksesan besar dan mencegah jatuhnya Suriah," jelasnya.

Di bagian lain pidatonya, Sekjen Hizbullah memuji Syahid Mustafa Badreddine yang selama ini berada di garis terdepan dalam melawan rezim Zionis Israel.

"Sayid Badreddine memainkan peran kunci bersama (pendahulunya) Imad Mughniyeh ... dalam perang 2006 melawan rezim Zionis sebelum menjalankan beberapa tanggung jawab termasuk pembongkaran jaringan mata-mata Israel," jelas Sayid Nasrullah.

Sekjen Hizbullah lebih lanjut mengecam kebijakan interventif Arab Saudi di kawasan khususnya di Suriah.

Ia mengatakan, Arab Saudi berbicara tentang proses perubahan politik di Suriah ketika negara itu sendiri tidak pernah mematuhi standar-standar pemerintahan, bahkan rakyat Arab Saudi asing dengan segala bentuk pemilu.

Sayid Mustafa Badreddine, Komandan Senior Hizbullah gugur syahid pada pekan lalu dalam serangan artileri keompok-kelompok teroris Takfiri ke tempat kediamannnya di dekat Bandara Damaskus, ibukota Suriah. (RA)