AS Patut Disalahkan atas Kerumitan Memulihkan JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i108056-as_patut_disalahkan_atas_kerumitan_memulihkan_jcpoa
Seorang mantan diplomat Inggris mengatakan Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas masalah yang muncul dalam perjanjian nuklir Iran 2015.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 01, 2021 12:18 Asia/Jakarta
  • Para pemimpin AS, Inggris, Prancis, dan Jerman bertemu di sela-sela KTT G20 Roma.
    Para pemimpin AS, Inggris, Prancis, dan Jerman bertemu di sela-sela KTT G20 Roma.

Seorang mantan diplomat Inggris mengatakan Amerika Serikat harus bertanggung jawab atas masalah yang muncul dalam perjanjian nuklir Iran 2015.

"Presiden AS Joe Biden dapat kembali ke perjanjian untuk menghindari situasi saat ini," kata Peter Jenkins, mantan duta besar Inggris untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina, Austria.

"Pihak Eropa dan AS tidak memahami bahwa Iran akan berhenti mengurangi komitmennya berdasarkan perjanjian jika Biden bergabung kembali dengan JCPOA pada minggu-minggu pertama berkuasa di Gedung Putih," ujarnya dalam wawancara dengan IRNA, Senin (1/11/2021).

Mengenai pernyataan terbaru Troika Eropa dan AS tentang JCPOA, Jenkins menegaskan mereka bersikap berlebihan dalam hubungannya dengan keputusan Iran mengurangi komitmen perjanjian.

Dia berharap bagian tertentu dari statemen tersebut tidak sampai menghambat upaya untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir.

Para pemimpin AS, Inggris, Prancis, dan Jerman telah bertemu di sela-sela KTT G20 di kota Roma, Italia. Mereka meminta Iran mengubah perilakunya untuk membuka jalan menghidupkan kembali JCPOA. Namun, pernyataan itu tidak menyinggung penarikan sepihak AS dari JCPOA.

Republik Islam Iran menghentikan pelaksanaan sukarela Protokol Tambahan pada 23 Februari 2021 sesuai dengan keputusan parlemen. Tehran menekankan pihaknya siap memenuhi kembali kewajibannya jika sanksi dicabut dan Iran mendapat manfaat dari JCPOA. (RM)