Turki Terkucil Jika Lanjutkan Sikap Arogan atas Suriah
Menteri Luar Negeri Rusia memprotes langkah-langkah Turki terkait Suriah dan mengatakan bahwa arogansi Ankara atas Suriah, akan membuat negara itu terkucil.
IRNA, Rabu (10/2) mengutip surat kabar Rusia, Izvestia melaporkan, Sergei Lavrov, Menlu Rusia menuturkan, permintaan Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki agar pasukan Kurdi, Suriah mundur dari perundingan, membuktikan arogansi Ankara atas Suriah.
Ia menambahkan, tidak ada satu pihakpun yang bisa menerima pandangan Turki terkait absennya warga Kurdi, Suriah dalam perundingan damai Suriah-Suriah.
Lavrov menjelaskan bahwa Rusia bekerjasama dengan warga Kurdi.
"Amerika Serikat sendiri menganggap Partai Uni Demokratik (PYD) Kurdi Suriah sebagai sekutunya dalam memerangi kelompok teroris ISIS," ujarnya.
Menurut Lavrov, Washington menolak permintaan Turki itu dan mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan warga Kurdi termasuk PYD, Suriah dalam memerangi ISIS, dan Rusia juga bekerjasama dengan partai itu.
Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki baru-baru ini mengumumkan, Amerika harus memilih salah satu, Turki atau Kurdi.
Karena desakan Turki, warga Kurdi, Suriah tidak hadir dalam perundingan pekan lalu di Jenewa yang diawasi PBB.
Hubungan Moskow-Ankara terus memburuk pasca ditembak jatuhnya jet tempur Rusia oleh Turki pada 24 November 2015 lalu.
Pemerintah dua negara, hingga kini saling memprotes kebijakan yang diambil lawannya terkait masalah Suriah. (IRIB Indonesia/HS)