AS Sedang Membayar Harga atas Keputusan Tragis Keluar dari JCPOA
-
Jake Sullivan.
Penasihat Keamanan Nasional AS mengatakan Washington sedang membayar harga atas keputusan tragis meninggalkan kesepakatan nuklir JCPOA.
"Iran telah memperluas program nuklirnya sejak AS menarik diri dari JCPOA pada masa Presiden Donald Trump," kata Jake Sullivan dalam sebuah acara di Dewan Hubungan Luar Negeri AS, Jumat (17/12/2021).
Dia menambahkan bahwa membatasi kembali program nuklir itu melalui JCPOA akan lebih sulit dari sebelumnya.
Sullivan mengakui bahwa AS telah terkucil di era Trump setelah negaranya keluar dari kesepakatan nuklir.
"Kesabaran Washington terbatas, dan pengembangan lebih lanjut program nuklir Iran akan mengurangi peluang untuk kembali ke kesepakatan," tegasnya seperti dilaporkan laman The Hill.
Pada 7 Desember lalu, Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken juga mengakui bahwa keluar dari kesepakatan nuklir JCPOA sebagai sebuah kesalahan besar.
Putaran ketujuh perundingan nuklir di Wina berakhir pada hari Jumat (17 Desember) setelah Komisi Bersama JCPOA melakukan pertemuan penutup.
Setelah pembicaraan ditutup, kepala negosiator Iran, Ali Bagheri Kani mengatakan kecepatan untuk mencapai kesepakatan tergantung pada tekad pihak lawan.
"Jika mereka menerima pandangan dan sikap logis Republik Islam Iran, maka pembicaraan putaran baru dapat menjadi pertemuan terakhir dan mencapai kesepakatan dalam waktu yang paling singkat," pungkasnya. (RM)