Omicron Merebak di Dunia, 4000 Penerbangan Dibatalkan
https://parstoday.ir/id/news/world-i111728-omicron_merebak_di_dunia_4000_penerbangan_dibatalkan
Lebih dari 4.000 penerbangan di seluruh dunia dibatalkan selama akhir pekan Natal akibat lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Des 25, 2021 09:12 Asia/Jakarta
  • Omicron Merebak di Dunia, 4000 Penerbangan Dibatalkan

Lebih dari 4.000 penerbangan di seluruh dunia dibatalkan selama akhir pekan Natal akibat lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

Pada Jumat (24/12/2021), atau Malam Natal, maskapai penerbangan komersial di seluruh dunia membatalkan setidaknya 2.314 penerbangan.

Menurut FlightAware.com, pada Sabtu (25/12/2021) atau Hari Natal, 1.404 penerbangan telah dibatalkan di seluruh dunia. 340 penerbangan juga dibatalkan untuk Minggu (26/12/2021).

Lalu lintas udara komersial di AS dan dalam atau ke luar berkontribusi sekitar seperempat dari semua penerbangan yang dibatalkan selama akhir pekan Natal 

Salah satu maskapai penerbangan AS pertama yang melaporkan gelombang pembatalan liburan Natal adalah United Airlines dan Delta Air Lines.

Kedua maskapai ini menghapus hampir 280 penerbangan pada Jumat saja, dengan alasan kekurangan personel di tengah lonjakan infeksi Covid-19.

Kasus Covid -19 telah melonjak di AS dalam beberapa hari terakhir karena varian Omicron yang sangat menular.

Kini, varian Omicron menyumbang hampir tiga perempat kasus AS sejak pertama kali terdeteksi di sana pada November. Rata-rata harian kasus Covid-19 juga meningkat 45 menjadi 179.000 kasus per hari selama sepekan terakhir menurut penghitungan Reuters.

Negara Bagian New York melaporkan lebih dari 44.000 kasus Covid-19 yang baru dikonfirmasi pada Jumat saja, memecahkan rekor harian negara bagian itu.

Pemerintah Negara Bagian New York juga berencana membatasi jumlah orang yang diizinkan di Times Square dalam perayaan Malam Tahun Baru 2022.

Pekan depan, Pemerintah AS bakal mencabut pembatasan perjalanan untuk delapan negara Afrika selatan yang telah diberlakukan sejak bulan lalu karena kekhawatiran varian Omicron.

Di Inggris, kasus Covid-19 melonjak drastis sehingga bila diperbandingkan, satu dari 20 warga London terinfeksi virus corona.

Pada Jumat, Inggris melaporkan rekor 122.186 kasus baru sekaligus menandai hari ketiga di mana jumlah kasus yang diketahui telah melampaui 100.000.

Perancis juga melaporkan rekor kasus Covid-19 setelah adanya lebih dari 94.000 kasus virus corona pada Jumat.

Kasus rawat inap akibat Covid-19 juga mencapai level tertingginya dalam tujuh bulan terakhir.

Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mengadakan pertemuan khusus yang dapat memicu tindakan pembatasan yang lebih ketat.

Organisasi Kesehatan Dunia mengidentifikasi varian Omicron sebagai jenis virus Corona kelima yang paling meresahkan dan menyebar di lebih dari 89 negara dunia.(PH)