Gedung Putih: Perundingan Wina Tetap Berlanjut
https://parstoday.ir/id/news/world-i118764-gedung_putih_perundingan_wina_tetap_berlanjut
Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki menyatakan bahwa negosiasi di Wina masih berlangsung dan AS masih mengejar pembicaraan ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 11, 2022 08:26 Asia/Jakarta
  • Gedung Putih: Perundingan Wina Tetap Berlanjut

Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki menyatakan bahwa negosiasi di Wina masih berlangsung dan AS masih mengejar pembicaraan ini.

Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki dalam wawancara dengan Fox News hari Minggu (10/4/2022) mengatakan, "Kami tidak tahu apakah akan mencapai kesepakatan atau tidak,".

Dia khawatir Iran akan membuat kemajuan yang signifikan dalam memperoleh senjata nuklir, dengan mengutip kekhawatiran tentang kemajuan program nuklir damai Iran dalam kerangka IAEA. Padahal, klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh Badan Energi Atom Internasional. Ini bukan untuk kepentingan kami.

"Iran telah membuat langkah besar menuju tercapainya senjata nuklir. Jelas ini tidak sejalan dengan kepentingan kami," ujar Psaki.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian hari Sabtu mengungkapkan, "Kami akan melanjutkan jalur diplomasi untuk mencapai kesepakatan yang bermartabat, langgeng dan baik. Tetapi Amerika memberlakukan kondisi baru di bidang pencabutan sanksi di luar negosiasi."

"Tiga negara Eropa (Prancis - Inggris - Jerman) serta China dan Rusia kritis terhadap beberapa ambisi AS dalam negosiasi ini. Faktanya, ini adalah cara yang dilakukan Amerika Serikat yang tidak konsisten dengan semangat. kerja sama dalam pembicaraan Wina," ujar Abdollahian.

Putaran kedelapan perundingan yang dimulai pada 27 Desember 2021, memasuki fase baru pada 11 Maret 2022, atas saran Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, dan para perunding kembali ke ibu kota mereka untuk konsultasi politik.

Sejak itu, para pihak telah berbicara tentang kemajuan dalam negosiasi dan pengurangan perselisihan, tetapi masalah jaminan dan penghapusan orang maupun badan hukum dari daftar merah sanksi masih menjadi salah satu masalah yang melibatkan Amerika Serikat. (PH)