Kemlu Rusia Panggil Dubes Rezim Zionis
Menyusul ketegangan antara Rusia dan rezim Zionis dalam masalah perang Ukraina, Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil duta besar rezim Zionis kemarin.
Keputusan Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil duta besar rezim Zionis di Moskow dilakukan setelah Menteri Luar Negeri Israel baru-baru ini mengutuk serangan Rusia terhadap Ukraina.
Posisi rezim Zionis tentang operasi militer Rusia di Ukraina agak ambigu. Di satu sisi, ia memilih mendukung resolusi Majelis Umum PBB yang mengutuk invasi ke Ukraina dan pengusiran Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Tetapi di sisi lain, Tel Aviv menyatakan bahwa tidak akan bergabung dengan sanksi Barat terhadap Rusia.
Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid hari Minggu (17/4/2022) dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Rusia melakukan kejahatan perang dan suara Israel di Dewan Hak Asasi Manusia PBB, bersama dengan banyak negara Barat mendukung penangguhan Rusia dari dewan tersebut.
Rusia menyebut pernyataan Lapid dan suara rezim Zionis dalam voting di dewan itu sangat disayangkan.
Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, pemerintah Rusia merilis rincian serangan udara Israel terbaru di Suriah, dan mengecam keras kekerasan yang dilakukan rezim Zionis di Masjid Al-Aqsa.
Rusia menilai rezim Zionis telah mengubah Gaza menjadi penjara besar bagi orang-orang Palestina.
Rusia meyakini rezim Zionis mengambil keuntungan dari situasi di Ukraina untuk mengalihkan opini publik internasional tentang masalah Palestina, yang merupakan salah satu konflik tertua yang belum terselesaikan di dunia.
"Bertentangan dengan banyak resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, Israel terus menduduki wilayah Palestina," kata pernyataan kementerian luar negeri Rusia.
Israel hingga kini menolak untuk menanggapi pernyataan politik keras Rusia tersebut.(PH)