Turki-Israel Berunding untuk Normalisasi Hubungan
Rezim Zionis Israel dan Turki dilaporkan menggelar pembicaraan untuk membangun hubungan persahabatan yang erat setelah mengalami ketegangan pasca insiden penyerangan terhadap kapal Mavi Marmara.
Menurut FNA, dialog antara Tel Aviv dan Ankara untuk membangun hubungan persahabatan dilakukan ketika Moshe Yaalaon, Menteri Peperangan rezim Zionis mengatakan, sebelum normalisasi hubungan dengan Israel, Turki harus menutup kantor Hamas di negara ini.
Para pejabat Israel menilai hubungan baik antara Hamas dan Turki sebagai penghalang normalisasi hubungan antara Tel Aviv dan Ankara.
Menurut jaringan al-Mayadeen, Mahmoud al-Zahar, anggota senior Hamas menekankan pentingnya transparansi sikap Turki menyusul kesepakatan rahasia antara Ankara dan Tel Aviv di Swiss untuk meningkatkan hubungan bilateral dan komitmen Turki membatasi aktivitas Hamas di negara ini.
Sementera itu, Lembaga Hak Asasi Manusia dan bantuan kemanusiaan Turki yang menggagas pengiriman kapal bantuan Mavi Marmara ke Jalur Gaza, telah mengecam kesepakatan rekonsiliasi Turki dengan rezim Zionis, dan menyebut langkah ini sebagai tindakan yang merugikan rakyat di kawasan.
Jaringan 10 televisi rezim Zionis dalam laporannya 18 Desember 2015 menyebutkan, Israel telah sepakat untuk membayar kompensasi para korban serangan militernya terhadap kapal Mavi Marmara pada tahun 2010 kepada Turki.
Dalam pertemuan rahasia di Swiss, para pejabat Ankara dan Tel Aviv juga sepakat atas kembalinya para dubes kedua belah pihak dan dimulainya kembali dialog terkait ekspor gas Israel ke Turki. (IRIB Indonesia/RA)