Rusia Tanggapi Rancangan Resolusi Dewan Gubernur IAEA terhadap Iran
Wakil Tetap Rusia untuk Organisasi Internasional yang berbasis di Wina menilai langkah anti-Iran yang dilancarkan Barat dengan merancang resolusi pada pertemuan Dewan Gubernur IAEA sebagai hambatan untuk menghidupkan kembali JCPOA.
Mikhail Ulyanov di akun Twitternya pada Rabu (1/6/2022) malam mengatakan, "Ada desas-desus bahwa rancangan resolusi tentang Iran akan dipresentasikan pada pertemuan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional,".
"Ada dua pertanyaan dalam hal ini. Apakah resolusi seperti itu membantu menjaga hubungan profesional antara Tehran dan IAEA. Kedua, akankah resolusi ini membantu menghidupkan kembali JCPOA?" ujar diplomat senior Rusia.
Ulyanov sebelumnya bereaksi terhadap laporan dari Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang Iran, dengan mengungkapkan, "ini akan mengintensifkan spekulasi pada malam pertemuan Dewan Gubernur.".
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh Rabu malam menanggapi masalah ini, dengan menegaskan, "Rezim Zionis, sebagai musuh nomor satu Dewan Keamanan PBB, menyangkal NPT dan merupakan satu-satunya pemegang senjata nuklir di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kita semua tahu ini. Dunia tahu !".
Khatibzadeh menambahkan, "Sudah waktunya bagi tiga negara Eropa dan Amerika Serikat untuk berhenti dengan sengaja tertidur,".
"Mereka dapat mengejar opsi diplomasi atau bertindak ke arah yang berlawanan. Kami siap untuk keduanya," tegas Khatibzadeh.
Sebelumnya Jubir Kemenlu Iran dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, "Kami akan memberikan tanggapan tegas dan proporsional untuk setiap tindakan yang tidak konstruktif di Dewan Gubernur IAEA, dan pihak yang bertanggung jawab atas konsekuensi menyampaikan masalah ini ke Dewan Gubernur dan Direktur Jenderal yang digunakan sebagai alat politik untuk menekan Iran,".
Reuters hari Rabu melaporkan bahwa Amerika Serikat, Prancis, Inggris dan Jerman telah mengajukan resolusi yang diusulkan kepada Dewan Gubernur IAEA tentang program nuklir Iran.(PH)