Senator AS: Biden Tidak Peduli Masalah Inflasi
Senator Partai Republik mengkritik presiden Joe Biden, karena ketidakpeduliannya terhadap inflasi dan kenaikan harga bahan bakar.
Departemen tenaga kerja AS mengumumkan bahwa inflasi di negaranya naik menjadi 8,6 persen pada Mei, dan harga melonjak ke level tertinggi dalam 40 tahun terakhir.
Di sisi lain, harga bensin di Amerika Serikat terus naik, dan rata-rata harga bensin beberapa hari lalu mencapai di atas lima dolar per galon (3,8 liter).
Senator Partai Republik dari Arkansas, Tom Cotton, Senin (13/6/2022) malam di akun Twitternya mengungkapkan, "Joe Biden tidak peduli dengan inflasi atau kenaikan harga bensin karena dia kurang empati. Keluarganya menjadi kaya raya karena transaksi ekonomi,".
Dengan hanya 150 hari tersisa sebelum pemilu paruh waktu, pemerintahan Biden memiliki sedikit waktu untuk meningkatkan kinerja ekonominya di antara para pemilih Amerika, yang perhatian utamanya saat ini mengenai inflasi.
William Galston, Direktur Studi Tata Kelola di Brookings Institution mengatakan, "Ekonomi jelas merupakan masalah utama tahun ini. Saya bisa menegaskan bahwa kita berada dalam situasi di mana dampak ekonomi terhadap pemilu serupa dengan apa yang terjadi pada akhir 1970-an dan awal 1980-an. Saya kira itu bukan kebetulan, karena untuk pertama kalinya dalam hampir 40 tahun, inflasi menjadi isu utama bagi pemilih,".(PH)