Taliban: Sanksi AS Penyebab Krisis Afghanistan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri pemerintah Taliban mengklaim peningkatan sanksi AS terhadap Afghanistan sejak Taliban berkuasa yang membuat situasi ekonominya semakin kritis.
Sejak AS menarik pasukannya dari Afghanistan pada Agustus 2021, Washington memblokir dan menyita sekitar sepuluh miliar dolar aset negara ini dengan alasan palsu.
Abdul Qahar Balkhi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri pemerintah Taliban hari Sabtu (23/7/2022) menyebut sanksi AS terhadap pemerintah Afghanistan ilegal, dan memperburuk krisis.
"Situasi kemanusiaan di Afghanistan tidak baik sebelumnya, dan menjadi lebih buruk sejak kami berkuasa," ujarnya.
"Sanksi ini tidak seperti sanksi yang telah dijatuhkan pada negara lain. Oleh karena itu, sistem global SWIFT atau hubungan keuangan global antarbank tidak aktif di Afghanistan, dan kami tidak dapat melakukan transaksi internasional apa pun. Padahal tingkat pengangguran dan kemiskinan di negara ini telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir," tegasnya.
Menurut statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 97 persen penduduk Afghanistan menghadapi masalah kemiskinan yang semakin memburuk.(PH)