Biden Kontak Para Pemimpin Troika Eropa Bahas JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/world-i127720-biden_kontak_para_pemimpin_troika_eropa_bahas_jcpoa
Presiden AS Joe Biden menjalin kontak telpon dengan Kanselir Jerman Olaf Schultz, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk membahas nasib JCPOA
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Aug 22, 2022 09:03 Asia/Jakarta
  • Biden Kontak Para Pemimpin Troika Eropa Bahas JCPOA

Presiden AS Joe Biden menjalin kontak telpon dengan Kanselir Jerman Olaf Schultz, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk membahas nasib JCPOA

Putaran negosiasi baru yang berpusat pada pencabutan sanksi AS terhadap Iran, yang dimulai pada 4 Agustus di Wina, berakhir pada 8 Agustus 2022.

Dalam putaran perundingan ini, beberapa usulan diajukan oleh Enrique Mora, Koordinator Uni Eropa dalam perundingan Wina.

Sebagian besar negara yang berpartisipasi dalam pembicaraan Wina menginginkan penyelesaian negosiasi yang lebih cepat, tetapi upaya mencapai kesepakatan akhir sedang menunggu keputusan politik Amerika Serikat mengenai beberapa  isu penting dan kunci yang masih tersisa.

Dalam percakapan telepon ini, kepala tiga negara Eropa dan AS berbicara tentang negosiasi saat ini mengenai program nuklir Iran dan kebutuhan untuk memperkuat dukungan bagi mitra di kawasan Asia Barat, dan upaya bersama untuk mencegah dan membatasi apa pengaruh regional Iran di kawasan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengklaim bahwa kembali ke JCPOA adalah cara terbaik ke depan untuk membatasi nuklir Iran, dan mencegah terjadinya krisis.

"Uni Eropa telah mengajukan proposal terbaik berdasarkan negosiasi beberapa bulan. Tetapi kita harus melihat apakah Iran siap untuk maju atau tidak," ujar Blinken awal Agustus lalu.

Sebagai negara yang bertanggung jawab, Republik Islam Iran telah berkali-kali menyatakan bahwa Amerika Serikat adalah pihak yang melanggar perjanjian, maka Washington harus kembali ke perjanjian dengan mencabut sanksi, dan Tehran harus memverifikasi implementasinya.(PH)