Sudutkan Cina, Beijing Kritik Laporan HAM PBB
Wakil Tetap Cina untuk Organisasi PBB di Jenewa mengkritik laporan HAM PBB yang dianggap menyudutkan Beijing, dan menyebut laporan tersebut ilegal, dan menegaskan tidak akan lagi bekerja sama dengan Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Laporan terbaru Dewan HAM PBB mengklaim terjadinya pelanggaran hak asasi manusia serius di Cina, dan menyebut penahanan warga Uyghur dan Muslim lainnya di Xinjiang bisa dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan.
Laporan itu dirilis beberapa menit sebelum Michelle Bachelet, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, mengakhiri masa jabatan empat tahunnya.
Laporan ini akan dibahas dalam rapat Dewan HAM yang segera digelar.
Wakil Tetap Cina untuk Organisasi PBB di Jenewa, Chen Xu dengan tegas menentang tindakan apa pun terhadap negaranya.
Menurut Reuters, Chen Xu, Wakil Tetap Cina untuk Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa hari Jumat (9/9/2022) kepada wartawan mengatakan, "Kantor Hak Asasi Manusia PBB telah menutup pintu kerja sama dengan menerbitkan apa yang disebut penilaiannya, dan Beijing dengan tegas menyangkal segala pelanggaran di Xinjiang."
Berbicara kepada Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Chen Xu menambahkan, "Sekarang semua ide telah ditinggalkan karena publikasi laporan ini, dan Anda [PBB] tidak akan akan dibiarkan menyerang Cina dan menikmati kerja sama dengan kami."
Diplomat senior China ini mengungkapkan bahwa laporan yang mengklaim bahwa beberapa pelanggaran hak asasi manusia di bawah kebijakan anti-terorisme Cina dapat menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan pada dasarnya adalah tuduhan tidak berdasar.(PH)