Rusia-Cina Tolak Strategi Nuklir Korea Utara
Para pemimpin Rusia dan Cina sepakat bahwa mereka tidak akan menerima strategi nuklir dan rudal Korea Utara.
Pernyataan itu dikeluarkan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan Presiden Cina Xi Jinping, Sabtu lalu di Beijing. Demikian dilansir kantor berita Yonhap, Senin (27/6/2016).
Dalam pernyataan bersama, Putin dan Xi mengatakan mereka sepakat bahwa perundingan enam negara yang telah lama terhenti adalah cara terbaik untuk mencapai denuklirisasi Semenanjung Korea.
"Kedua pihak tetap berkomitmen untuk mencapai tujuan denuklirisasi Semenanjung Korea dan tidak menerima strategi nuklir dan rudal Korut," tegasnya.
Rusia dan Cina juga menentang keras kemungkinan penyebaran sistem pertahanan rudal canggih, THAAD di Korea Selatan.
Rusia dan Cina telah lama menyuarakan penentangan terhadap penyebaran rudal di Korsel dan menegaskan bahwa perisai rudal AS dapat merusak keseimbangan strategis di kawasan tersebut.
Korut pada 22 Juni meluncurkan satu unit rudal balistik jarak menengah di pesisir pantai dekat kota Wonsan. Sumber-sumber militer Korsel memperkirakan bahwa Korut memiliki hampir 50 unit rudal tersebut.
Dewan Keamanan PBB pada Kamis lalu mengecam keras uji coba rudal balistik oleh Korut dan menyebut langkah itu telah melanggar resolusi PBB. (RM)