Pejabat Uni Eropa Akui Sejumlah Negara Barat Langgar Hukum Internasional
Pejabat tinggi kebijakan luar negeri Uni Eropa menyatakan bahwa Eropa dan Barat tidak ideal, dan mengakui bahwa beberapa negara Barat melanggar hukum internasional dari waktu ke waktu.
Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa baru-baru ini menyampaikan statemen dalam pidato yang aneh dan rasis dengan menyebut Eropa adalah taman, sedangkan yang lain hutan.
Borrell mengungkapkan, "Eropa adalah taman. Kami telah membangun taman ini. Anda tahu betul bahwa bagian dunia lainnya bukanlah taman. Sebagian besar bagian dunia lainnya adalah hutan, dan hutan dapat menyerang kebun. Oleh karena itu, tukang kebun harus berhati-hati,".
Statemen kontroversial Borrell memicu reaksi keras di arena internasional, yang menyebabkan ia segera mengklarifikasinya dengan menjelaskan bahwa yang dia maksud dengan hutan adalah intensifikasi politik kekuasaan dan meningkatnya pelanggaran hukum dan kekacauan di dunia ini.
Menurut pernyataan pejabat Eropa ini, metafora hutan tidak memiliki makna rasial, budaya atau geografis, dan di dunia saat ini ada hutan di mana-mana, termasuk di Ukraina.
Josep Borrell hari Selasa (18/10/2022) segera meminta maaf kepada mereka yang menafsirkan perumpamaannya sebagai pendukung kolonialisme Eropa-sentris, dengan mengungkapkan, "Saya memiliki pengalaman dan keahlian yang cukup untuk memahami bahwa Eropa dan Barat tidak sempurna dan ideal, sebab beberapa negara Barat dari waktu ke waktu melanggar hukum internasional,".
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanani Chafi menanggapi statemen terbaru Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dengan mengatakan, "Penggunaan metafora taman dan hutan, lahir dari mentalitas tertolak kolonialisme yang membuka peluang kepada Barat untuk melakukan agresi dan penjajahan."
Ditegaskannya, "Masa-masa kolonialisme itu sudah berlalu, dan saat ini dunia multipolar sedang terbentuk. Uni Eropa harus menerima kenyataan-kenyataan yang ada atau tetap berada di jalur keruntuhan dan kebinasaan."
Selain Iran, banyak negara, termasuk UEA dan Qatar, serta Liga Arab, bereaksi keras terhadap pernyataan Borrell dan mengkritiknya.(PH)