Negara-Negara Eropa Gunakan Spyware Mata-Matai Warganya
Hasil temuan terbaru dari komite Parlemen Eropa menunjukkan bahwa negara-negara Eropa menggunakan perangkat lunak spyware secara terorganisir untuk mengontrol dan menekan warganya sendiri.
Komite Parlemen Eropa yang diketuai oleh perwakilannya dari Belanda, Sophie in't Veld dalam sebuah laporan yang dirilis hari Selasa (8/11/2022) mengatakan bahwa sebagian besar negara anggota Uni Eropa telah membeli satu atau lebih produk spyware komersial untuk memata-matai warga mereka sendiri.
"Masalahnya, tidak ada pengawasan dalam masalah ini, bahkan penggunaannya bukan untuk mencegah pemakaian ilegal terhadap individu, maupun memantau perdagangan produk digital ini," kata Sophie in't Veld.
"Semua negara anggota Uni Eropa memiliki spyware, meskipun sebagian dari mereka tidak mengakuinya," tegas anggota Parlemen Eropa ini.
"Skandal spyware adalah skandal Eropa, dan anggota parlemen maupun pejabat Komisi Eropa telah menjadi sasaran, sementara pelakunya termasuk beberapa anggota dewan di benua ini," kata papar Sophie in't Velde.
Dalam laporan komite Parlemen Eropa, Polandia dan Hungaria dituduh menggunakan perangkat spyware sebagai elemen integral dari aparat pemerintah untuk mengontrol dan menekan warga negara mereka.
Bulgaria dan Siprus sebagai pusat ekspor teknologi mata-mata dan Praha, ibukota, Republik Ceko juga dinobatkan sebagai tempat konferensi tahunan industri spyware.(PH)