Badan Pertahanan Eropa: Amerika Tidak Bisa Diandalkan sebagai Perisai Militer
Menanggapi situasi perang di Ukraina, Badan Pertahanan Eropa memperingatkan bahwa dalam jangka panjang, Amerika tidak bisa diandalkan sebagai benteng pertahanan.
Sejak awal perang meletus di Ukraina pada 24 Februari hingga kini, Eropa mengikuti dikte mengirim peralatan militer ke Kyiv dan menjatuhkan sanksi ekstensif, terutama terhadap sektor minyak dan gas Rusia, yang membawa konsekuensi berat bagi mereka sendiri.
Badan Pertahanan Uni Eropa (EDA) hari Jumat (16/12/2022) mengumumkan mengenai situasi perang di Ukraina dan perubahan sikap Washington dari Eropa ke wilayah Timur Jauh dengan mengatakan, "Kita harus memikirkan diri kita sendiri,".
Lembaga Eropa ini menunjukkan bahwa negara-negara Eropa harus bersama-sama membeli peralatan militer dan mengganti serta melengkapi stok senjata mereka setelah memasok senjata ke Ukraina.
"Amerika tidak selalu bisa menjadi perisai bagi Eropa terhadap ancaman (militer)," kata pernyataan Badan Pertahanan Eropa.
Jiri Sedivy, Direktur Eksekutif Badan Pertahanan Uni Eropa mengungkapkan, "Perang antara Rusia melawan Ukraina menunjukkan kurangnya kemampuan penting kita yang mampu mengubah Uni Eropa menjadi penyedia keamanan yang andal dalam melindungi warga negaranya,".
Selain pengakuan lembaga dan beberapa otoritas Eropa terhadap ketergantungan mereka pada Amerika, beberapa publikasi dan media, termasuk Global Times telah memperingatkan masalah tersebut.
The Global Times baru-baru ini menulis bahwa tragedi besar bagi Eropamengenai ketergantungannya pada Washington yang tumbuh sedemikian rupa sehingga harus mengamini dikte Washington, termasuk dalam masalah hubungan dengan Moskow.(PH)