Jubir PBB: Larangan Kuliah bagi Mahasiswi Afghanistan Mengkhawatirkan
https://parstoday.ir/id/news/world-i135866-jubir_pbb_larangan_kuliah_bagi_mahasiswi_afghanistan_mengkhawatirkan
Juru Bicara PBB menanggapi penghentian pendidikan perempuan di perguruan tinggi di Afghanistan, dan menilai langkah pemerintah Taliban tersebut sangat mengkhawatirkan.
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Des 21, 2022 12:18 Asia/Jakarta
  • Jubir PBB: Larangan Kuliah bagi Mahasiswi Afghanistan Mengkhawatirkan

Juru Bicara PBB menanggapi penghentian pendidikan perempuan di perguruan tinggi di Afghanistan, dan menilai langkah pemerintah Taliban tersebut sangat mengkhawatirkan.

Kementerian Pendidikan Tinggi Taliban Afghanistan dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada semua universitas negeri dan swasta di negara ini, telah menangguhkan pendidikan mahasiswi di universitas sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric hari Selasa (20/12/2022) menyinggung penangguhan pendidikan perempuan di universitas-universitas di Afghanistan, dan menilai tindakan terbaru pemerintah Taliban ini merupakan pelanggaran lain dari komitmennya.

"Sejak Taliban mengambilalih kekuasaan, kita telah menyaksikan keterbatasan pendidikan dan ruang sosial bagi perempuan dan anak perempuan di Afghanistan," ujar Dujarric.

"Sulit membayangkan bagaimana suatu negara dapat mengatasi tantangan dan masalahnya tanpa partisipasi aktif dan pendidikan perempuan," tegasnya.

Setelah memperoleh kekuasaan di Afghanistan pada pertengahan Agustus 2022, Taliban menutup sekolah perempuan di atas kelas enam dan melarang perempuan yang bekerja di kantor pemerintah maupun swasta.

Pada saat yang sama, pemerintah sementara Taliban berusaha mendapatkan legitimasi internasional, tapi tidak mau memnuhi tuntutan masyarakat internasional mengenai hak asasi manusia, terutama hak perempuan dan anak perempuan Afghanistan.(PH)