Rusia Khawatirkan Pengaruh Amerika Bangkit di Afghanistan
Utusan khusus Presiden Rusia urusan Afghanistan menyatakan keprihatinan atas kebangkitan pengaruh AS di negara itu.
Human Rights Watch (HRW) baru-baru ini mengumumkan dokumen yang menunjukkan bahwa pasukan AS telah melakukan kejahatan perang selama dua dekade kehadiran militernya di Afghanistan dan menduduki negara itu.
Menurut sebuah laporan HRW, militer AS, terutama di tahun pertama dan kedua telah membunuh banyak warga sipil di Afghanistan, dan kebanyakan dari kalangan wanita dan anak -anak.
Utusan Khusus Rusia Urusan Afghanistan hari Minggu (1/1/2022) mengatakan, "Rusia mengkhawatirkan upaya AS untuk mendapatkan kemampuan mengendalikan dan mempengaruhi situasi saat ini di Afghanistan,".
Pejabat politik Rusia juga menyatakan keprihatinan atas kemungkinan membangun fasilitas militer AS di negara-negara tetangga bersamaan dengan meningkatnya pengaruh Amerika di Afghanistan.
Amerika Serikat dan sekutunya menarik diri dari pendudukan dua puluh tahun mereka di Afghanistan, dengan meninggalkan perang, kekerasan, ketidakstabilan dan rasa tidak aman, dan pembunuhan puluhan ribu orang Afghanistan.(PH)