Rusia: Sabotase Nord Stream, Terorisme Internasional !
Perwakilan Tetap Federasi Rusia untuk PBB memandang insiden ledakan pipa gas Nord Stream 1 dan Nord Stream 2 sebagai aksi terorisme internasional.
Pada tanggal 27 September 2022, terjadi ledakan yang belum pernah terjadi sebelumnya di jalur pipa Nord Stream. Pakar Swedia mencatat dua ledakan terjadi pada tanggal 26 September di sepanjang rute jalur pipa tersebut.
Serangan simultan pada jalur pipa Nord Stream 1 dan 2 menyebabkan penurunan tekanan dan kebocoran gas di Laut Baltik.
Otoritas Swedia dan Denmark mengumumkan bahwa mereka telah mengidentifikasi beberapa ledakan terkait hal ini.
Wakil Tetap Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzia dalam pidatonya di pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa (21/2/2023) mengatakan, "Seperti yang Anda ingat, bahkan saat itu sudah jelas siapa yang berada di balik tindakan [ledakan pipa gas Nord Stream] ini,".
Diplomat Rusia itu juga menekankan pentingnya menuntut para pelaku ledakan Nord Stream untuk mencegah dimulainya era kekacauan dan kerusakan yang tak terbayangkan bagi seluruh umat manusia.
Federasi Rusia mengumumkan insiden ledakan Nord Stream sebagai kasus aksi terorisme internasional.
Wartawan Amerika Seymour Hersh pada awal Februari 2023 mengklaim bahan peledak ditanam di bawah pipa gas Nord Stream dan Nord Stream 2 Rusia pada Juni 2022 di bawah kedok latihan Balltops oleh penyelam Angkatan Laut AS dengan dukungan para ahli Norwegia.
Menurut Hersh, keputusan untuk melakukan operasi ini atas instruksi langsung Presiden AS Joe Biden setelah sembilan bulan berdiskusi dengan pejabat pemerintah mengenai masalah keamanan nasional.(PH)