Jerman Ancam Akan Tarik Mundur Pasukannya dari Turki
-
Pangkalan Incirlik, Turki
Anggota Jerman parlemen menyatakan pasukan negara itu yang bertugas di pangkalan udara Incirlik, Turki, harus ditarik jika Ankara menolak akses anggota parlemen ke pangkalan tersebut.
Sekitar 250 tentara Jerman ditempatkan di pangkalan Incirlik, bersama dengan enam jet pengintai Tornado dan pesawat pengisian bahan bakar, sebagai bagian dari koalisi pimpinan AS yang konon anti kelompok teroris Takfiri Daesh di Suriah dan Irak.
Hubungan antara Berlin dan Ankara meregang selama beberapa pekan terakhir setelah parlemen Jerman menyetujui resolusi yang mengakui pembantaian rakyat Armenia oleh Ottoman Turki seabad lalu dan menilainya sebagai "genosida."
Dalam wawancara pada Ahad )10/7) dengan televisi ARD, wakil ketua Partai Hijau Jerman, Cem Özdemir mengatakan bahwa situasi belum berubah.
Kanselir Jerman Angela Merkel juga menyerukan Turki untuk memberikan akses kepada anggota parlemen ke pangkalan tersebut, sebagaimana menyetujui pengeluaran militer dan investasi dalam infrastruktur juga merpakan antara tanggung jawab mereka.
Armenia menyatakan hingga 1,5 juta orang Kristen Armenia secara sistematis dibantai di Turki timur dalam pembunuhan massal, pengusiran secara paksa dan kelaparan, sebuah proses yang dimulai pada tahun 1915 dan hingga beberapa tahun selama Perang Dunia I dan runtuhnya Imperium Ottoman. (MZ)