Ini Syarat Rusia, Jika Ukraina Ingin Gabung dengan NATO
Wakil Kepala Dewan Keamanan Nasional Rusia menyampaikan syarat jika Ukraina ingin bergabung dengan pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Kantor berita TASS melaporkan, Dmitry Medvedev, Wakil Kepala Dewan Keamanan Nasional Rusia menanggapi pernyataan Direktur Kantor Sekretaris Jenderal NATO mengenai bergabungnya Ukraina dengan aliansi militer ini hari Selasa (15/8/2023) mengatakan,"Mengenai isu bergabungnya Ukraina dengan NATO, otoritas Ukraina harus memasukkan Kyiv sendiri untuk menyerahkan gelar ibu kota Rusia kuno ke Moskow,".
Sebelumnya, Stian Jenssen, Direktur Kantor Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg hari Selasa mengumumkan, "Ukraina dapat menjadi anggota aliansi ini, jika menyerahkan wilayah yang disengketakan ke Rusia,".
"Oleh karena itu, otoritas Ukraina harus memilih kota Kyiv sebagai ibu kota mereka, jika Polandia tidak menentangnya," ujar Jenssen.
Perlu dicatat bahwa masalah keanggotaan Ukraina di NATO adalah salah satu alasan penting dan sebenarnya menjadi dasar perang antara Rusia dan Ukraina.
Rusia menganggap tindakan yang selalu didorong oleh Barat ini sebagai ancaman serius bagi keamanan nasionalnya.
Pada dasarnya, salah satu alasan utama perang di Ukraina adalah desakan pemerintah Kyiv yang berorientasi Barat untuk bergabung dengan NATO.
Sementara Rusia telah berulang kali menyatakan masalah ini sebagai ancaman serius bagi keamanan nasionalnya. Bahkan, pada Desember 2021, Rusia mengajukan proposal kepada NATO dan Amerika Serikat untuk menuntut penghentian proses ini dan kembalinya pasukan NATO ke perbatasan tahun 1997, yaitu, sebelum menjadi anggota negara-negara blok Eropa Timur, dan menjadi pusat organisasi militer ini.(PH)