Misi Kunjungan Jenderal AS ke Turki
https://parstoday.ir/id/news/world-i16465-misi_kunjungan_jenderal_as_ke_turki
Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Joseph Dunford pada Senin (1/8/2016) tiba di pangkalan udara Incirlik, setelah aparat keamanan Turki menutup semua akses ke pangkalan yang terletak di Adana itu.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 02, 2016 06:19 Asia/Jakarta
  • Misi Kunjungan Jenderal AS ke Turki

Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Joseph Dunford pada Senin (1/8/2016) tiba di pangkalan udara Incirlik, setelah aparat keamanan Turki menutup semua akses ke pangkalan yang terletak di Adana itu.

Dunford melakukan pertemuan dengan para komandan dan personel militer AS serta para pejabat tinggi militer Turki.

Pangkalan militer Incirlik digunakan oleh Angkatan Udara AS dan lokasi untuk menyebarkan jet-jet tempur milik koalisi anti-Daesh pimpinan Washington. Pasca kudeta gagal di Turki pada 15 Juli lalu, mantan komandan pangkalan udara Incirlik, Jenderal Bekir Ercan Van ditangkap atas tuduhan terlibat dalam aksi makar itu.

Kunjungan kepala staf gabungan AS ke Turki dilakukan ketika hubungan kedua negara sekutu ini mengalami ketegangan, menyusul komentar para pejabat tinggi Ankara tentang keterlibatan Washington dalam kudeta gagal di Turki. Para pejabat AS tentu saja membantah keras tudingan ini.

Pada 25 Juli lalu, Jenderal Dunford menyebut laporan media-media Turki terkait jejak AS dalam kudeta gagal di Turki sebagai sebuah kekonyolan. Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Joseph Votel juga menolak klaim-klaim Presiden Recep Tayyib Erdogan tentang dukungan AS terhadap kudeta di Turki. Votel mengatakan penumpasan para pendukung Gulen di Turki dan penangkapan masif akan berdampak negatif terhadap operasi anti-Daesh.

Erdogan sebelumnya mengecam pernyataan Votel yang menyuarakan keprihatinan atas penangkapan sebagian perwira militer Turki yang didukung AS. Erdogan menegaskan bahwa negara-negara yang seharusnya memuji Turki karena telah menggagalkan upaya kudeta, justru berdiri di samping para perancang dan konspirator. Ia menuding AS berdiri di samping para pengkudeta.

Setelah peristiwa itu, para pejabat Turki khususnya Erdogan menaruh rasa curiga kepada AS. Mereka mendesak ekstradisi Fethullah Gulen, pemimpin oposisi pemerintah Turki, yang tinggal di AS. Pemerintah Ankara percaya bahwa Gulen berada di balik kudeta gagal di Turki, tetapi Washington menolak permintaan ekstradisi dengan berbagai alasan.

Ketakutan pemerintah Turki atas terbentuknya upaya baru kudeta telah mendorong mereka untuk melakukan penangkapan dan pemecatan besar-besaran tentara Turki serta memperketat pengamanan di pangkalan udara Incirlik.

Ada laporan bahwa beberapa jet tempur terbang dari pangkalan tersebut saat kudeta terjadi. Jelas bahwa penerbangan seperti ini mustahil dilakukan tanpa sepengetahuan dan koordinasi dengan para komandan AS yang bermarkas di Incirlik.

Surat kabar Yeni Safak, salah satu pendukung pemerintah Turki, bahkan menampilkan gambar John F. Campbell, pensiunan jenderal AS di halaman utamanya dan menulis, "Kudeta diarahkan oleh orang ini." Harian ini lebih lanjut menulis bahwa CIA mentransfer dana untuk kudeta di Turki melalui United Bank of Africa dan dua jenderal Turki yang ditangkap di Dubai pekan lalu, merupakan bagian dari jaringan konspirator Campbell.

Terlepas dari esensi laporan tersebut, hubungan Turki dan AS secara drastis memburuk pasca upaya kudeta dan masalah ini mengundang perhatian para pejabat tinggi militer AS. Oleh karena itu, perjalanan Jenderal Dunford tampaknya mengejar dua tujuan berikut; pertama, mengunjungi pangkalan udara Incirlik dan memulihkan semangat para personel militer AS yang bertugas di sana, dan kedua melakukan penjajakan dengan para pejabat politik dan militer Turki untuk meredam ketegangan, yang mempengaruhi hubungan kedua negara. (RM)