May 21, 2024 21:47 Asia/Jakarta
  • Menlu, Presiden dan Menhan AS
    Menlu, Presiden dan Menhan AS

Sekelompok pengamat meyakini sebuah teori bahwa hari ini dari Baltik hingga Teluk Persia, sebuah front baru anti-Amerika Serikat, muncul yang dipimpin oleh Iran dan Rusia.

Menurut kelompok pengamat ini, sekarang Rusia dan Iran, dikarenakan aktivitas-aktivitas AS, sekarang sudah semakin dekat lebih dari sebelumnya, dan bersatu melawan AS.
 
Sehubungan dengan ini, Carnegie Endowment for International Peace, CEIP, menyoroti peningkatan kerja sama pertahanan antara Republik Islam Iran, dan Rusia. Lembaga ini mengatakan, Moskow dan Tehran, percaya musuh bersama mereka adalah Washington.
 
CEIP, dalam laporannya mengakui kekuatan drone Iran, dan dengan menyinggung perang Ukraina, serta klaim kehadiran drone Iran, di perang itu, menjelaskan, drone-drone Iran, punya kemampuan menghindari sistem pertahanan udara AS, oleh karena itu Rusia, menggunakannya untuk melawan sistem pertahanan udara AS, di Ukraina.
 
Kemudian CEIP, membahas penyebab perang Ukraina, dan menerangkan, pemerintah Rusia, berulangkali mengumumkan bahwa pasukan Rusia, di Ukraina, berperang melawan AS, maka dari itu pertukaran teknologi, data, dan pengalaman Tehran dan Moskow, serta koordinasi erat kedua pemain ini dalam perang melawan Washington, menguntungkan keduanya.
 
Di akhir laporannya, CEIP, menyoroti serangan poros perlawanan ke pangkalan-pangkalan militer AS, di kawasan Asia Barat, dan mengaitkannya dengan perang Ukraina. CEIP menegaskan, sebuah poros baru anti-AS, saat ini sudah terbentuk dari Teluk Persia, hingga Laut Baltik.
 
Rusia dan Iran, sebagai dua negara aktif di dunia, dalam banyak bidang termasuk melawan unilateralisme AS, memiliki pandangan yang sama, maka dari itu Tehran dan Moskow, melangkah bersama untuk memperkuat kerja sama terutama kerja sama pertahanan. (HS)