Pusat Distribusi Makanan, Rumah Jagal Baru di Gaza Ala Amerika-Israel
https://parstoday.ir/id/news/world-i174566-pusat_distribusi_makanan_rumah_jagal_baru_di_gaza_ala_amerika_israel
Selama dua puluh tiga bulan perang Gaza, rezim Zionis melakukan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dengan kekejaman dan kebiadabannya, kini rezim Zionis menggunakan metode baru untuk membantai penduduk Gaza.
(last modified 2026-05-04T18:06:10+00:00 )
Jul 15, 2025 09:56 Asia/Jakarta
  • Pusat Distribusi Makanan, Rumah Jagal Baru di Gaza Ala Amerika-Israel

Selama dua puluh tiga bulan perang Gaza, rezim Zionis melakukan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dengan kekejaman dan kebiadabannya, kini rezim Zionis menggunakan metode baru untuk membantai penduduk Gaza.

Tehran, Pars Today- Pembunuhan warga Gaza di titik atau berdekatan dengan titik distribusi bantuan kemanusiaan menjadi hal yang umum di tengah pembatasan masuknya makanan, bahan bakar, dan barang-barang bantuan ke Jalur Gaza, terutama sejak didirikannya titik-titik distribusi makanan yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF).

Israel bersama Amerika Serikat secara sengaja mendirikan titik-titik distribusi makanan dan air dan berulang kali menargetkan serta membunuh orang-orang Palestina tak bersalah yang sedang mengantre panjang untuk mendapatkan makanan atau sebotol air.

Menurut penyelidikan, ini adalah tindakan terencana yang bertujuan untuk mengurangi biaya pembunuhan.

Rezim Zionis sejauh ini telah menggunakan sejumlah besar bom, amunisi berpemandu, dan amunisi penghancur bunker untuk membunuh penduduk Gaza, yang telah menghabiskan banyak biaya bagi Israel dan pendukungnya, terutama AS.

Menurut statistik, sejak awal Perang Gaza pada 7 Oktober 2023 hingga akhir masa jabatan kepresidenan Joe Biden pada akhir Januari 2025, Amerika Serikat telah menggelontorkan bantuan militer kepada Israel setidaknya $17,9 miliar.

Tren ini berlanjut selama masa kepresidenan Donald Trump, termasuk dengan mengirimkan 2.000 bom penghancur bunker baru kepada rezim Israel untuk digunakan melawan penduduk Gaza, yang telah menghabiskan banyak biaya bagi rezim tersebut.

Tentu saja, seiring berlanjutnya perang Gaza, otoritas militer rezim Zionis telah mencari cara dan sarana yang lebih murah dan lebih hemat  biaya untuk membunuh warga Palestina di Gaza. Kini, mereka melakukannya dengan menjebak penduduk Gaza, dengan mendirikan pusat-pusat yang seolah-olah dibuat untuk mendistribusikan makanan dan air, tetapi dalam praktiknya telah menjadi rumah jagal bagi warga Palestina.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah mendokumentasikan setidaknya 798 pembunuhan dalam enam pekan terakhir di titik-titik bantuan di Gaza yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza, sebuah organisasi yang didukung AS dan rezim Zionis.

“Dari 27 Mei hingga 7 Juli, kami telah mendokumentasikan 798 pembunuhan, termasuk 615 di sekitar fasilitas Yayasan Kemanusiaan Gaza dan 183 kemungkinan dalam perjalanan ke sana,” ujar juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Ravina Shamdasani, dalam konferensi pers di Jenewa.

Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) menggunakan perusahaan keamanan dan logistik swasta AS untuk mengirimkan pasokan ke Gaza, sebagian besar melewati sistem yang dikelola PBB, UNRWA.

Setelah kematian ratusan warga sipil Palestina yang mencoba mencapai pusat bantuan GHF di wilayah operasi pasukan Israel, PBB menyebut model pengiriman bantuan organisasi tersebut pada dasarnya tidak aman dan melanggar standar imparsialitas kemanusiaan.

Terbitnya sejumlah klip tentara Israel dan personel Amerika dari Yayasan Kemanusiaan Gaza yang menembaki warga Gaza yang tak berdaya menunjukkan bahwa aksi ini adalah tindakan yang disengaja oleh Zionis dan mitra Amerika mereka untuk membunuh warga Palestina dengan biaya rendah.

Surat kabar Zionis Haaretz melaporkan pada hari Minggu bahwa tentara Israel menyewa kontraktor swasta untuk menghancurkan rumah-rumah Palestina di Gaza. Salah satu tentara Zionis di Gaza mengatakan,"Setiap kontraktor swasta yang bekerja di Gaza menggunakan peralatan teknik menerima lima ribu shekel (setara dengan sekitar $1.500) untuk setiap rumah yang mereka hancurkan; dan mereka menghasilkan banyak uang."

Untuk mendapatkan tambahan lima ribu shekel, para kontraktor, bersama dengan pasukan keamanan, mendekati titik-titik distribusi bantuan untuk warga Gaza atau rute truk dan, dengan menembaki warga Palestina yang mengantre bantuan, dan membuka jalan bagi pembongkaran rumah-rumah Palestina.

Ayatullah Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pernyataan 4 Juni 2025 mengatakan,“Orang-orang tak percaya mereka punya rencana kriminal seperti itu. Lihatlah mereka menjatuhkan bom yang menyebabkan satu atau dua rumah hancu dan sepuluh atau lima belas orang syahid. Itu saja bagi mereka belum cukup. Apa yang mereka lakukan sekarang? Kini mereka membangun pusat "distribusi makanan" - karena makanan tidak sampai ke Gaza - orang-orang bergegas mendapatkannya dari sana dan mereka menghancurkan sepuluh kali lipat dari yang mereka hancurkan dengan senapan mesin! Dulu, membunuh orang sangat mahal, sekarang mereka membuatnya murah. Dulu mereka harus menggunakan bom, kini menggunakan peluru. Ini sungguh mengerikan.”(PH)