Jeffrey Sachs: Iran Tak akan Pernah Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat
https://parstoday.ir/id/news/world-i176468-jeffrey_sachs_iran_tak_akan_pernah_tunduk_pada_tekanan_amerika_serikat
Pars Today – Ekonom dan analis kebijakan publik Amerika Serikat, mengatakan, salah satu hasil Perang 12 Hari adalah terungkapnya kemampuan Iran menembus sistem pertahanan rudal Israel, contohnya serangan ke Weizmann Institute.
(last modified 2025-09-01T09:29:44+00:00 )
Sep 01, 2025 16:22 Asia/Jakarta
  • Jeffrey Sachs
    Jeffrey Sachs

Pars Today – Ekonom dan analis kebijakan publik Amerika Serikat, mengatakan, salah satu hasil Perang 12 Hari adalah terungkapnya kemampuan Iran menembus sistem pertahanan rudal Israel, contohnya serangan ke Weizmann Institute.

Jeffrey Sachs, ekonom dan analis kebijakan publik Universitas Columbia, AS, mengkritik sikap negara Eropa terkait Iran. Ia menekankan bahwa Eropa harus lebih rasional dan introspeksi diri dalam masalah-masalah terkait Republik Islam Iran.
 
Dalam wawancara dengan PressTV, Sachs mengingatkan bahwa Iran dan beberapa negara Eropa, serta AS, telah mencapai kesepakatan nuklir JCPOA, dan AS lah yang melanggar kesepakatan ini, maka dari itu menyalahkan Iran, sama sekali tidak ada artinya.
 
Pada saat yang sama, Sachs, menyinggung dimulainya masa tugas Presiden AS Donald Trump, dan mengatakan bahwa pelanggaran JCPOA oleh Trump, telah memulai putaran baru perundingan, dan beberapa kemajuan menjanjikan berhasil dicapai.
 
Akan tetapi setelah putaran kelima, AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, dan negara-negara Eropa kembali menyalahkan Iran. Menurut Sachs, Eropa harus menghentikan kebijakan standar gandanya, dan menerima bahwa Iran sudah dua kali menempuh jalur diplomatik, dan kegagalan diplomasi bukan salah Iran.
 
 
Pengaktifan Mekanisme Snapback dan Semakin Dekatnya Iran dengan Sekutu-Sekutu Non-AS
 
Seputar pengaktifan kembali mekanisme snapback, Sachs menjelaskan jika Iran kembali disanksi oleh Dewan Keamanan PBB, maka negara ini akan lebih mendekat ke negara-negara yang tidak ingin ditekan oleh AS.
 
Ia menuturkan, “Keanggotaan Iran di BRICS, dan kerja sama dengan Rusia, Cina, dan negara-negara lain, telah menciptakan opsi-opsi bagi Iran, tapi Iran, sampai kapan pun tidak akan pernah tunduk pada AS.”
 
Di sisi lain, Sachs, memprotes Eropa dan mengatakan negara-negara Eropa adalah budak yang patuh bagi AS, bahkan tidak bersedia untuk menerima kenyataan bahwa Washington, telah melanggar JCPOA.
 
Ia juga mengingatkan setelah pemboman Iran oleh AS dan Israel, negara-negara Eropa, mengancam Iran, jika membalas, maka negara ini akan menerima dampak-dampaknya, dan ini adalah satu-satunya pilihan dalam kebijakan tidak adil dan standar ganda Barat.
 
 
Perdamaian Asia Barat hanya dengan Penghomatan Timbal Balik dan Solusi Politik
 
Jeffrey Sachs, terkait perdamaian di Asia Barat, menekankan asas sebuah perdamaian adalah rasionalitas penghormatan dua arah, dan bukan sekadar persenjataan.
 
“AS penghalang diplomasi di dunia sekarang ini, dan dengan adanya kesombongan serta standar ganda negara itu, maka ia tidak bisa menjadi pionir perdamaian,” imbuhnya.
 
Dosen Universitas Columbia ini menerangkan, “Tekanan dunia seharusnya diberikan kepada AS sehingga negara ini mengakui secara resmi keanggotaan Palestina di PBB, dan menghentikan dukungan atas perang dan agresi Israel.”
 
 
Perang 12 Hari Israel atas Iran; Tel Aviv dan Washington Tak Dapatkan Apa pun
 
Analis AS ini kemudian menyoroti ketegangan Iran dan Rezim Israel, dan mengatakan, kasus pertama serangan 12 hari Israel ke Iran, yang dalam agresi itu, Tel Aviv dan Washington, sama sekali tidak mendapatkan hasil nyata apa pun.
 
Meskipun Israel, berhasil membunuh orang-orang sipil dalam jumlah banyak, tapi salah satu hasil perang adalah terungkapnya kemampuan Iran, menembus sistem pertahanan rudal Israel, yang salah satu contohnya adalah serangan ke Institut Weizmann. Iran, juga punya kemampuan merusak Israel secara serius, dan kemampuan ini sedang meningkat terus.
 
 
Tekanan Dunia atas AS untuk Menghentikan Agresi Israel
 
Ekonom AS ini juga menyinggung tekanan Eropa dan AS terhadap Iran, dan menegaskan bahwa saat ini tiba saatnya penerapan standar yang sama berlandaskan aturan internasional, dan solusi-solusi politik harus lebih diperhatikan.
 
“Tekanan dunia harus dipusatkan pada Amerika Serikat, sehingga negara ini mencegah perang dan serangan-serangan Israel,” pungkasnya.
 
Jeffrey Sachs, di akhir wawancara menyebut situasi kawasan Asia Barat, sensitif dan mengatakan, dunia harus segera bertindak untuk mencegah genosida, kelaparan, dan serangan-serangan militer Israel serta AS. (HS)