Rusia: Kerja Sama dengan Iran dalam Kerangka Kesepakatan Komprehensif
https://parstoday.ir/id/news/world-i181222-rusia_kerja_sama_dengan_iran_dalam_kerangka_kesepakatan_komprehensif
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa hubungan Moskow dan Tehran didasarkan pada perjanjian kemitraan strategis komprehensif.
(last modified 2025-11-28T09:51:38+00:00 )
Nov 28, 2025 16:16 Asia/Jakarta
  • Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova
    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova

Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa hubungan Moskow dan Tehran didasarkan pada perjanjian kemitraan strategis komprehensif.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova juga mengkritik meningkatnya pendekatan militeristik Eropa dan NATO di perbatasan Rusia, serta menyatakan bahwa Eropa dengan menghalangi jalur perdamaian Ukraina tetap menjadi “partai perang”.

Menurut laporan Pars Today, Maria Zakharova, Jubir Kemenlu Rusia dalam konferensi pers mengenai kemungkinan bantuan militer Moskow kepada Tehran jika terjadi serangan Amerika atau sekutunya, menekankan bahwa seluruh kerja sama kedua negara didefinisikan dalam kerangka “Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif”.

Zakharova menambahkan bahwa perjanjian itu memungkinkan pengembangan kerja sama militer dan teknis di berbagai bidang, serta menjadi dasar bagi pembicaraan praktis antara kedua pihak.

Mengenai inisiatif Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan untuk menjadi tuan rumah perundingan terkait perang Ukraina, Zakharova menyatakan bahwa setiap mekanisme yang menghasilkan solusi politik, diplomatik, atau kemanusiaan yang efektif akan diperhatikan oleh Moskow.

Ia menekankan bahwa Rusia selalu menyambut upaya negara-negara dalam mengajukan usulan dialog.

Zakharova juga menuduh negara-negara Eropa melakukan “penghalangan sengaja” terhadap setiap pendekatan baru untuk menyelesaikan krisis Ukraina.

Ia menambahkan bahwa Uni Eropa masih berusaha mewujudkan gagasan kekalahan strategis Rusia dan menggunakan Ukraina sebagai alat tekanan.

Menurutnya, "Jika Eropa benar-benar berkomitmen pada perdamaian, mereka tidak akan melanggar Perjanjian Minsk maupun merusak perundingan tahun 2022 antara Kiev dan Moskow."

Zakharova menggambarkan Eropa dan NATO sebagai “partai perang” dan menambahkan bahwa negara-negara ini dengan mengirimkan senjata dan bantuan finansial dalam jumlah besar kepada Kiev justru memperpanjang kekerasan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia juga menilai keputusan Komisi Eropa untuk meningkatkan mobilitas militer dan membangun infrastruktur pemindahan peralatan di Eropa Timur sebagai bagian dari kebijakan anti-Rusia Brussel.

Ia memperingatkan bahwa Moskow memantau dengan cermat pergerakan militer di dekat perbatasannya dan akan memasukkannya ke dalam perencanaan pertahanan.(sl)