Mengapa AS Menganggap Venezuela Ancaman bagi Belahan Bumi Barat
https://parstoday.ir/id/news/world-i182620-mengapa_as_menganggap_venezuela_ancaman_bagi_belahan_bumi_barat
Pars Today – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio mengklaim: Venezuela ancaman bagi stabilitas belahan bumi bagian barat.
(last modified 2025-12-20T12:48:37+00:00 )
Des 20, 2025 19:46 Asia/Jakarta
  • Menlu AS Marco Rubio
    Menlu AS Marco Rubio

Pars Today – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio mengklaim: Venezuela ancaman bagi stabilitas belahan bumi bagian barat.

Marco Rubio, menlu Amerika seraya mengulang klaim terhadap Venezuela di tengah-tengah eskalasi tensi dengan negara ini, menyebut Caracas sebagai ancaman bagi stabilitas belahan belahan bumi barat, dan mengklaim bahwa tujuan final kebijakan luar negeri Amerika Serikat adalah keamanan dan stabilitas di belahan bumi bagian barat. Ia menyebut Venezuela sebagai kasus khusus di belahan bumi bagian barat.

 

Rubio, dengan mengulangi tuduhan Washington terhadap pemerintahan Nicolás Maduro, Presiden Venezuela, mengklaim bahwa Venezuela secara aktif berhubungan dengan organisasi perdagangan narkoba yang oleh pemerintahan Trump disebut sebagai teroris internasional.

 

Pengulangan tuduhan Rubio terhadap Venezuela terjadi sementara Amerika Serikat sejak beberapa bulan lalu telah memulai perang resmi namun tidak diumumkan terhadap Venezuela dengan mengirimkan kapal-kapal perang ke perairan Karibia dan pantai Venezuela. Baru-baru ini, Amerika juga mengumumkan sanksi terhadap kapal-kapal tanker Venezuela dan bahkan menghentikan serta menyita sebuah kapal tanker yang membawa minyak Venezuela.

 

Langkah-langkah baru Amerika terhadap Venezuela terjadi di tengah upaya berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir untuk menekan Venezuela, dengan tekanan yang dilakukan melalui berbagai tindakan ekonomi, politik, dan militer.

 

Sejak beberapa dekade lalu, Amerika Serikat telah menerapkan kebijakan intervensi di negara-negara Amerika Latin, khususnya di Venezuela. Salah satu alasan utama intervensi tersebut adalah kekhawatiran Washington terhadap pertumbuhan gerakan-gerakan kiri di kawasan ini.

 

Sejak Hugo Chávez berkuasa di Venezuela pada akhir 1990-an, Amerika Serikat berulang kali berusaha menggulingkan pemerintahan kiri negara tersebut untuk mencegah penyebaran jenis pemerintahan serupa di Amerika Latin.

 

Sumber energi, kekayaan mineral, dan posisi geografis negara-negara Amerika Latin, serta cita-cita politik dan keyakinan mereka dalam perjuangan melawan kolonialisme dan mendukung bangsa-bangsa tertindas, menjadi alasan lain yang mendorong Amerika untuk selalu berupaya menempatkan rezim-rezim yang tunduk pada kebijakan Washington di kawasan ini, agar dapat menguasai politik dan kekayaan negara-negara tersebut.

 

Selain itu, Amerika selalu menyebut kawasan Amerika Latin sebagai 'halaman belakang' mereka, dan menganggap setiap pengaruh dari negara-negara seperti Tiongkok dan Rusia sebagai ancaman serius terhadap kepentingannya. Dalam kasus Venezuela, Amerika Serikat khawatir bahwa negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia ini akan semakin menjalin kerja sama dengan negara-negara yang menentang kepentingan Amerika, seperti Tiongkok dan Rusia.

 

Salah satu alasan utama tekanan ekonomi, politik, dan sanksi Amerika Serikat terhadap Venezuela adalah kekhawatiran tersebut, di samping upaya Washington untuk mencegah penguatan hubungan Venezuela dengan kekuatan global pesaing. Pada dasarnya, Amerika Serikat ingin meminimalkan setiap potensi ancaman yang dapat memengaruhi sumber energi dan posisi strategisnya di Amerika Latin.

 

Sebagai tanggapan atas tekanan tersebut, pemerintahan Maduro selalu menekankan bahwa tindakan intervensi Amerika Serikat bukan hanya merupakan ancaman terhadap kedaulatan nasional Venezuela, tetapi juga secara langsung memperburuk krisis di negara itu. Maduro dan para pejabat Venezuela berulang kali menyatakan bahwa Amerika Serikat secara sistematis berusaha menjadikan negara mereka sebagai arena perang proxy dan ketidakstabilan. Saat ini, Amerika Serikat dengan menyebut Venezuela sebagai ancaman bagi keamanan regional dan global, berupaya meningkatkan legitimasi intervensinya di negara tersebut.

 

Selain itu, Amerika Serikat secara terus-menerus menggunakan tuduhan seperti kerja sama pemerintahan Venezuela dengan kartel besar narkoba yang oleh Washington disebut sebagai organisasi teroris, untuk menekan Caracas. Bahkan Amerika secara resmi telah menyatakan bahwa pemerintahan Venezuela adalah pemerintahan teroris. Oleh karena itu, tuduhan-tuduhan ini lebih dimaksudkan untuk memberikan legitimasi bagi tindakan intervensi Washington serta membenarkan sanksi dan tekanan ekonomi. Padahal, banyak dari tuduhan tersebut jelas-jelas palsu dan dirancang semata-mata untuk membenarkan intervensi Amerika Serikat.

 

Dalam kondisi ini, apa yang disebut sebagai 'ancaman Venezuela' oleh Washington lebih merupakan cerminan dari kebijakan hegemonik dan keliru Amerika, yang tidak hanya menambah krisis global tetapi juga berubah menjadi ancaman bagi keamanan dan stabilitas regional maupun internasional. (MF)