Eropa Mereaksi Keras Pembatasan Perjalanan yang Diterapkan AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i182958-eropa_mereaksi_keras_pembatasan_perjalanan_yang_diterapkan_as
Pars Today - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengutuk pembatasan perjalanan baru AS terhadap beberapa pejabat Eropa, menyebutnya tidak dapat diterima dan merupakan tantangan terhadap kedaulatan Eropa.
(last modified 2025-12-25T09:12:23+00:00 )
Des 25, 2025 16:10 Asia/Jakarta
  • Kaja Kallas, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa
    Kaja Kallas, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa

Pars Today - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengutuk pembatasan perjalanan baru AS terhadap beberapa pejabat Eropa, menyebutnya tidak dapat diterima dan merupakan tantangan terhadap kedaulatan Eropa.

Menanggapi keputusan AS untuk memberlakukan pembatasan perjalanan terhadap lima warga negara dan pejabat Eropa, termasuk mantan Komisioner Pasar Internal Thierry Breton, kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa menggambarkan langkah tersebut sebagai "tidak dapat diterima" dan pelanggaran terhadap kedaulatan Eropa.

Kaja Kallas, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa menekankan bahwa Eropa akan terus membela nilai-nilainya, termasuk kebebasan berekspresi dan hak untuk mengatur ruang digital.

Dalam pernyataan terpisah, Komisi Eropa juga mengutuk keras keputusan AS dan menegaskan hak kedaulatan Uni Eropa untuk mengatur pasar digitalnya sesuai dengan hukum dan nilai-nilainya. Brussel memperingatkan bahwa mereka akan bereaksi dengan cepat dan tegas untuk membela otonomi pengaturannya jika perlu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menuduh AS melakukan "intimidasi" dan menyebut pencabutan visa Breton sebagai upaya untuk melemahkan kedaulatan digital Eropa.

Breton memainkan peran kunci dalam penyusunan Undang-Undang Layanan Digital, yang akan meminta pertanggungjawaban perusahaan teknologi besar atas konten di platform mereka.

Ketegangan telah meningkat di tengah perselisihan yang telah berlangsung lama mengenai peraturan regulasi digital Eropa dan kritik baru-baru ini terhadap peraturan Uni Eropa oleh pejabat AS seperti J.D. Vance.

Dalam sebuah makalah kebijakan baru-baru ini, Washington mengklaim bahwa Eropa berada di ambang "keruntuhan peradaban". Uni Eropa menolak klaim ini dan bersikeras pada haknya untuk menetapkan aturannya sendiri.(sl)