Mengapa AS Kehilangan Posisi Globalnya?
https://parstoday.ir/id/news/world-i183376-mengapa_as_kehilangan_posisi_globalnya
Pars Today – Wall Street Journal: Amerika kehilangan posisi global dalam 25 tahun pertama abad ke-21
(last modified 2026-01-01T09:00:46+00:00 )
Jan 01, 2026 15:59 Asia/Jakarta
  • Mengapa AS Kehilangan Posisi Globalnya?

Pars Today – Wall Street Journal: Amerika kehilangan posisi global dalam 25 tahun pertama abad ke-21

Menurut laporan Pars Today, harian Amerika Wall Street Journal menulis bahwa Amerika Serikat selama 25 tahun pertama abad ke-21, akibat salah urus pemerintahan, perang-perang mahal, dan krisis internal, telah kehilangan secara signifikan posisi globalnya.

 

Dalam laporan analitis tersebut, Wall Street Journal menilai periode ini sebagai masa kemunduran bertahap kekuatan nasional Amerika. Disebutkan bahwa pada akhir abad ke-20, Amerika berada di puncak kekuatan ekonomi, militer, dan politik; pendapatan warga meningkat, pemerintah federal selama beberapa tahun berturut-turut memiliki surplus anggaran, dan kerja sama bipartisan memungkinkan pengambilan keputusan penting. Namun, dengan dimulainya abad ke-21, arah negara berubah.

 

Salah satu titik balik perubahan itu adalah dukungan kedua partai utama (Demokrat dan Republik) terhadap keanggotaan Tiongkok di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Langkah ini membuka jalan bagi masuknya barang-barang murah dalam jumlah besar, yang menyebabkan hilangnya banyak pekerjaan manufaktur di Amerika. Akibatnya, standar hidup banyak pekerja menurun dan ketidakpuasan sosial meningkat.

 

Serangan 11 September 2001 juga mengubah arah kebijakan luar negeri Amerika. Pemerintahan George W. Bush melancarkan perang panjang di Afghanistan dan Irak, yang membuat Amerika lalai terhadap pertumbuhan pesat Tiongkok. Perang-perang tersebut selain menimbulkan biaya besar, juga melemahkan dukungan publik terhadap keterlibatan internasional di dalam negeri.

 

Di sisi lain, kondisi keuangan Amerika memburuk dengan cepat. Prediksi surplus anggaran besar di awal 2000-an tidak terwujud, sementara pemotongan pajak dan peningkatan belanja memperbesar utang nasional.

 

Akhirnya, salah urus dalam menghadapi pandemi COVID-19 semakin mengikis kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara. Wall Street Journal menutup laporannya dengan menyoroti masalah-masalah seperti krisis perumahan, penuaan populasi, tekanan pada program sosial, melemahnya kepercayaan sekutu, serta penguatan militer Tiongkok. Media tersebut menekankan bahwa dengan meningkatnya tekanan ini, para pemimpin politik Amerika harus dengan keberanian menghadapi masalah-masalah mendasar untuk mengakhiri 25 tahun kemunduran dan memulai jalur kebangkitan kembali. (MF)