Tiga Tuntutan AS dari Presiden Sementara Venezuela
-
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela
Pars Today - Politico, mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi, menulis bahwa pemerintahan Trump telah mengajukan tiga syarat kepada presiden sementara Venezuela untuk menghindari nasib serupa dengan Nicolas Maduro.
Menurut laporan IRNA pada hari Selasa (06/01/2026), Politico, mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi ini menulis bahwa para pejabat AS telah memberi tahu Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela bahwa mereka ingin dia mengambil setidaknya tiga tindakan, menekan aliran narkoba, mengusir agen dari Iran, Kuba, dan negara atau jaringan lain yang memusuhi Washington, dan berhenti menjual minyak kepada musuh-musuh Amerika.
Kedua sumber itu mengatakan bahwa para pejabat AS juga mengharapkan Rodriguez untuk akhirnya membuka jalan bagi pemilihan umum yang bebas dan mengundurkan diri. Namun tenggat waktu yang ditetapkan untuk memenuhi tuntutan ini bervariasi, dan para pejabat AS menekankan bahwa tidak ada pemilihan umum yang akan segera terjadi.
Selain opsi militer, AS memiliki insentif dan tindakan hukuman lain untuk membujuk Rodriguez agar bekerja sama, termasuk pencabutan sanksi dan akses ke aset keuangannya, yang sebagian besar berada di Doha, Qatar, kata sebuah sumber yang mengetahui masalah itu kepada Politico.
“AS memiliki banyak pengaruh terhadap Rodriguez dan yang lainnya,” kata Elliott Abrams, utusan khusus untuk Venezuela di pemerintahan Trump pertama. “Kami telah membuktikan bahwa kami dapat menangkap orang-orang di pusat kota Caracas.”
Abrams memperkirakan bahwa bahkan kemungkinan membahas asetnya akan menjadi pengaruh dalam berurusan dengannya, mencatat bahwa Rodriguez juga memiliki aset di Turki.
“Kabar bahwa kami sedang bernegosiasi dengan Qatar dan Turki tentang asetnya tentu akan menjadi ancaman serius,” kata Abrams.
Politico melanjutkan laporannya, mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi, mengatakan bahwa Washington masih belum memiliki rencana untuk mencabut sanksi terhadap Venezuela atau mengirimkan bantuan kemanusiaan ke negara ini.
Reuters juga melaporkan, mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi, bahwa setelah menggulingkan Nicolas Maduro dari kursi kepresidenan Venezuela, pemerintahan Trump berupaya mengintimidasi pejabat lain di Caracas dengan mengancam tindakan militer yang lebih keras untuk memaksa mereka mengikuti kebijakan Amerika.
Dalam sebuah laporan pada 4 Januari, Reuters melaporkan, mengutip tiga orang yang mengetahui informasi, bahwa para penasihat Donald Trump percaya bahwa ada kemungkinan untuk bekerja sama secara diam-diam dengan presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez.
Rodriguez dipandang sebagai seorang teknokrat yang mungkin bersedia bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam transisi politik dan isu-isu penting terkait minyak.
Namun, rencana yang saat ini masih samar, menghadapi sejumlah faktor yang rumit, termasuk sejauh mana potensi tindakan militer Trump, yang menimbulkan pertanyaan tentang kemampuannya untuk membuat pemerintah pasca-Maduro menuruti perintahnya.
Kemungkinan tawaran kepada para pembantu Maduro dapat mencakup amnesti atau pengasingan, jenis yang ditolak Maduro pada hari-hari terakhir pemerintahannya sebelum penangkapannya oleh pasukan khusus AS.
Saat ini ia ditahan di pusat penahanan New York menunggu sidang pengadilan hari ini atas tuduhan perdagangan narkoba, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.(sl)