Jajak Pendapat CNN: Publik Amerika Muak dengan Perilaku Berlebihan Trump
https://parstoday.ir/id/news/world-i184470-jajak_pendapat_cnn_publik_amerika_muak_dengan_perilaku_berlebihan_trump
Dalam rangka peringatan satu tahun pemerintahan Presiden AS Donald Trump, CNN telah menganalisis dan meninjau serangkaian jajak pendapat untuk menilai pandangan masyarakat negara ini terhadap kinerja pemerintahan tersebut.
(last modified 2026-01-22T04:25:34+00:00 )
Jan 22, 2026 11:05 Asia/Jakarta
  • Jajak Pendapat CNN: Publik Amerika Muak dengan Perilaku Berlebihan Trump

Dalam rangka peringatan satu tahun pemerintahan Presiden AS Donald Trump, CNN telah menganalisis dan meninjau serangkaian jajak pendapat untuk menilai pandangan masyarakat negara ini terhadap kinerja pemerintahan tersebut.

Tehran, Parstoday- Jajak pendapat CNN terbaru tentang kinerja pemerintahan Donald Trump selama setahun terakhir menunjukkan bahwa sebagian besar publik Amerika tidak hanya tidak puas dengan kebijakan dalam negeri dan luar negerinya, tetapi juga percaya bahwa presiden telah "bertindak terlalu jauh" di banyak bidang. Kumpulan data ini memberikan beberapa wawasan penting tentang keadaan Gedung Putih saat ini dan lanskap politik Amerika.

Dalam upaya untuk mendapatkan persetujuan publik, Trump telah beralih ke isu-isu yang tidak hanya tidak populer tetapi juga sangat memecah belah. Contoh utamanya adalah gagasan kedaulatan Amerika atas Greenland, sebuah isu yang ditentang oleh 75% warga Amerika. Penentangan ini tidak terbatas pada Demokrat; bahkan di kalangan Republikan, 47% dan di kalangan independen, 82% menentang rencana tersebut.

Selain itu, kinerja Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) juga menjadi kelemahan serius pemerintahan Trump. Setelah kematian seorang wanita Amerika di Minneapolis akibat tindakan petugas ICE, 56% responden percaya bahwa penggunaan kekuatan mematikan tidak tepat dan 51% menganggap insiden tersebut sebagai tanda "masalah struktural dalam kinerja ICE". Mayoritas peserta survei juga mengatakan bahwa tindakan badan ini tidak hanya tidak meningkatkan keamanan kota, tetapi malah membuatnya lebih tidak aman.

Menurut CNN, jika kita harus memilih satu frasa singkat untuk menggambarkan pandangan publik tentang tahun pertama pemerintahan Trump kedua, itu adalah "melampaui batas". Mayoritas warga Amerika percaya bahwa Trump telah melampaui batas dalam berbagai bidang; termasuk:

58% dalam penggunaan kekuasaan presiden

59% dalam menekan negara lain

55% dalam menggunakan militer untuk mencapai tujuan

57% dalam memangkas program federal

62% dalam mencampuri lembaga budaya seperti Smithsonian dan Kennedy Center

Data tersebut mengingatkan kita pada masa jabatan pertama Trump, ketika banyak pemilih menyebutkan kelelahan akibat kontroversi dan krisis yang terus-menerus sebagai alasan utama kepergian mereka. Kini, tampaknya rasa lelah politik yang sama kembali muncul.

Di bidang kebijakan luar negeri, langkah-langkah Trump, mulai dari rencana Greenland hingga ancaman militer dan upaya untuk memberikan pengaruh luas di Belahan Barat, tidak hanya tidak populer tetapi juga tidak efektif di mata opini publik.

Menurut jajak pendapat CNN, 58 persen warga Amerika percaya bahwa Trump bukanlah "pemimpin yang efektif di panggung dunia." Kesenjangan ini melebar dibandingkan dua tahun terakhir, dan penilaian negatif terhadap peran internasionalnya semakin meningkat. Selain itu, 57 persen mengatakan kebijakan Trump telah "melemahkan posisi Amerika di dunia."

Singkatnya, jajak pendapat CNN menggambarkan seorang presiden yang, meskipun kembali berkuasa, gagal mendapatkan kembali kepercayaan publik. Fokus pada isu-isu marginal, penggunaan kekuasaan yang berlebihan, kebijakan luar negeri yang mahal, dan kasus-kasus yang belum terselesaikan telah menjadikan tahun pertama pemerintahan kedua Trump sebagai simbol semakin dalamnya jurang pemisah antara Gedung Putih dan opini publik Amerika, alih-alih sebagai tanda konsolidasi kekuasaan.(PH)