Sidang Dewan Keamanan Menolak Draf Resolusi Rusia Mengakhiri Perang
https://parstoday.ir/id/news/world-i186668-sidang_dewan_keamanan_menolak_draf_resolusi_rusia_mengakhiri_perang
Pars Today – Menyusul tidak diratifikasinya draf resolusi negaranya di sidang Dewan Keamanan untuk menciptakan gencatan senjata dan mengakhiri perang Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran, Duta Besar dan Wakil Tetap Rusia untuk PBB mengatakan, “Penolakan draf kami semata-mata didasarkan pada kepentingan politik jangka pendek.”
(last modified 2026-03-12T07:07:04+00:00 )
Mar 12, 2026 14:02 Asia/Jakarta
  • Vasily Nebenzya, Duta Besar Rusia di PBB
    Vasily Nebenzya, Duta Besar Rusia di PBB

Pars Today – Menyusul tidak diratifikasinya draf resolusi negaranya di sidang Dewan Keamanan untuk menciptakan gencatan senjata dan mengakhiri perang Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran, Duta Besar dan Wakil Tetap Rusia untuk PBB mengatakan, “Penolakan draf kami semata-mata didasarkan pada kepentingan politik jangka pendek.”

Menurut laporan Pars Today, Vasily Nebenzya di sidang Dewan Keamanan PBB hari Rabu (11/03/2026) sore mengingatkan, “Banyak negara anggota Dewan Keamanan tidak menunjukkan kekuatan dan kebijaksanaan yang diperlukan untuk menyetujui teks yang diajukan Rusia.”

“Kami benar-benar sangat kecewa,” kata Duta Besar Rusia. “Posisi mereka hanya dipengaruhi oleh kepentingan politik jangka pendek, solidaritas blok, dan ketakutan agar tidak menyinggung sekutu yang lebih kuat.”

Ia juga menegaskan bahwa draf yang disampaikan Rusia tidak mengandung satu pun poin yang dapat dipertentangkan, penolakan itu semata‑mata disebabkan oleh pertimbangan geopolitik yang sempit.

Sejarah Membuktikan, Kekuatan Bukan Solusi

Sementara itu, Duta Besar dan Wakil Tetap Tiongkok di PBB, Fu Kong, menyatakan bahwa Tiongkok mendukung draf resolusi yang diajukan Rusia karena draf tersebut berusaha untuk membawa semua pihak ke meja perundingan. Kong menambahkan, “Sejarah telah membuktikan bahwa penggunaan kekuatan bukan solusi, dan perlu segera dihentikan serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.”

Kong juga mengungkapkan kekecewaannya atas penolakan draf resolusi Rusia di Dewan Keamanan. Ia menyatakan bahwa perang ini tidak perlu terjadi dan tidak akan menguntungkan siapa pun. Ia menekankan bahwa sejarah telah menunjukkan bahwa penggunaan kekuatan hanya akan memperburuk situasi dan tidak akan menyelesaikan masalah.

Pakistan Minta Kembali ke Jalan Diplomasi

Duta Besar dan Wakil Tetap Pakistan di PBB, Asim Iftikhar Ahmad menyatakan bahwa Pakistan mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari. Ia menambahkan bahwa serangan tersebut telah mengancam perdamaian dan keamanan internasional, memiliki konsekuensi serius, dan tidak perlu melibatkan seluruh wilayah.

Asim Iftikhar Ahmad menekankan bahwa Pakistan mendukung kembali ke jalan diplomasi dan perundingan untuk mencapai solusi damai. Ia menyatakan bahwa Pakistan mengecam penolakan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyetujui draf resolusi Rusia yang bertujuan untuk menghentikan serangan terhadap Iran.

Draf resolusi Rusia, yang diberi nomor 2818, tidak berhasil mendapatkan suara mayoritas karena hanya mendapatkan 4 suara setuju (Tiongkok, Pakistan, Rusia, dan Somalia) dan 2 suara menentang (Lituania dan Amerika Serikat) serta 9 suara abstain (Bahrain, Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Denmark, Perancis, Yunani, Liberia, Panama, dan Inggris). (sl)