Kontroversi Kapal Bermuatan Militer Israel yang Berlabuh di Mesir
https://parstoday.ir/id/news/world-i187562-kontroversi_kapal_bermuatan_militer_israel_yang_berlabuh_di_mesir
Pars Today - Sebuah kapal yang membawa baja dengan kegunaan militer berlabuh di sebuah pelabuhan Mesir, memicu kecaman dari gerakan “Boikot Israel”.
(last modified 2026-03-25T02:59:57+00:00 )
Mar 25, 2026 09:47 Asia/Jakarta
  • Kapal bermuatan militer Israel (dok)
    Kapal bermuatan militer Israel (dok)

Pars Today - Sebuah kapal yang membawa baja dengan kegunaan militer berlabuh di sebuah pelabuhan Mesir, memicu kecaman dari gerakan “Boikot Israel”.

Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, surat kabar Al-Quds Al-Arabi hari Rabu (25/03/2026) menyebut gerakan “Boikot Israel” dan dua partai oposisi rezim Zionis mengutuk berlabuhnya kapal “MSC Danit” di pelabuhan Abu Qir di provinsi Iskandariah, Mesir, yang dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanannya ke wilayah Palestina yang diduduki.

Menurut pernyataan gerakan Boikot Israel dengan singkatan “BDS”, kapal yang membawa baja dengan kegunaan militer tersebut tidak dapat berlabuh di Spanyol, Italia, Yunani, dan Turki karena protes publik.

Dalam pernyataannya, gerakan BDS meminta masyarakat dan berbagai serikat untuk menekan pejabat Mesir agar tidak mengizinkan penggunaan pelabuhan negaranya untuk pengiriman muatan dan peralatan militer ke musuh Israel.

Kapal ini berangkat dari pelabuhan internasional Vizingam di India sebulan yang lalu, berhenti selama tiga hari di pelabuhan Sines di Portugal, dan tiba di Mesir pada hari Selasa (24/3).

Gerakan Boikot Israel dalam pernyataannya menyatakan bahwa kapal tersebut tidak dapat berhenti di empat negara tersebut, yaitu Italia, Spanyol, Yunani, dan Turki, karena protes publik.

Menurut pernyataan tersebut, kapal itu merupakan bagian dari jaringan transportasi perusahaan Mediterania yang bergerak dalam pengangkutan bahan baku produksi amunisi.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa kapal-kapal yang berafiliasi dengan perusahaan ini membawa 23 kontainer berisi sekitar 600 ton baja militer yang cukup untuk memproduksi sekitar 13.000 roket dan peluru meriam, dan memungkinkan untuk dilengkapi dengan berbagai bahan peledak cluster dan fosfor putih, bahan-bahan yang digunakan dalam operasi militer Israel di Gaza dan wilayah lain.

Gerakan tersebut dalam pernyataannya menyatakan bahwa Israel menggunakan puluhan ribu amunisi militer jenis ini dalam serangan artilerinya pada minggu-minggu pertama perang di Gaza.(sl)