Akhir Dominasi Petrodolar? Perang Iran dan Kelahiran Segera “Petroyuan”
https://parstoday.ir/id/news/world-i187678-akhir_dominasi_petrodolar_perang_iran_dan_kelahiran_segera_petroyuan
Pars Today - Analis Jerman menyimpulkan bahwa jalur Iran dalam mengelola Selat Hormuz dapat menyebabkan erosi petrodolar.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Mar 26, 2026 17:50 Asia/Jakarta
  • Dolar dan Yuan
    Dolar dan Yuan

Pars Today - Analis Jerman menyimpulkan bahwa jalur Iran dalam mengelola Selat Hormuz dapat menyebabkan erosi petrodolar.

Menurut laporan Pars Today mengutip Tasnim, analis Deutsche Bank dalam sebuah catatan terkait perkembangan terkini di kawasan memperingatkan bahwa perang di Iran dapat menjadi titik balik dalam melemahkan dominasi dolar di pasar minyak.

Menurut laporan ini, ada bukti bahwa Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz dengan imbalan biaya minyak yang dibayarkan dalam yuan Tiongkok. Tindakan semacam itu, jika berlanjut, secara bertahap dapat mengikis struktur petrodolar yang telah berlaku sejak tahun 1970-an.

Tiongkok, yang merupakan pembeli minyak Iran terbesar dan salah satu mitra politik dan ekonomi terpentingnya, adalah pusat utama transformasi ini. Para ahli Deutsche Bank menekankan bahwa konflik ini, tidak seperti kepentingan militer jangka pendek, dapat berfungsi sebagai “katalis” untuk munculnya petroyuan dalam jangka panjang, sebuah fenomena yang akan menantang keseimbangan kekuatan dalam sistem keuangan internasional dan ketergantungan global pada dolar.

Mekanisme Petrodolar: Keunggulan Tak Setara AS dalam Menarik Modal dan Mentransfer Inflasi

Pentingnya mekanisme petrodolar terletak pada fakta bahwa mekanisme ini, dengan mengaitkan perdagangan energi global dengan dolar, telah menciptakan keuntungan finansial yang tak tertandingi bagi Amerika Serikat. Dalam sistem ini, negara-negara terpaksa menyimpan cadangan dolar untuk membeli minyak, dan kewajiban ini menciptakan permintaan dolar yang stabil dan buatan.

Menurut analisis ini, pendapatan dolar dari negara-negara produsen minyak pada akhirnya kembali ke ekonomi Amerika Serikat, terutama melalui deposito di bank-bank Amerika dan pembelian obligasi pemerintah. Siklus ini, yang dikenal sebagai “daur ulang petrodolar”, telah memungkinkan Amerika Serikat untuk mendapatkan pembiayaan yang murah dan berisiko rendah.

Para ekonom mengatakan bahwa hasil dari proses ini adalah kemampuan untuk menciptakan uang dengan biaya rendah dan mentransfer sebagian besar dampak inflasi ke ekonomi yang bergantung pada dolar. Dalam kondisi ini, peningkatan likuiditas di Amerika Serikat tidak selalu berubah menjadi inflasi domestik. Karena dolar baru yang diciptakan dengan cepat keluar dari perbatasan Amerika melalui perdagangan energi dan tekanan inflasi ditransfer ke negara-negara lain.

Menurut para analis, mekanisme ini secara efektif mengurangi nilai riil utang Amerika Serikat dan memindahkan biayanya kepada pemegang obligasi pemerintah asing dan ekonomi yang membutuhkan dolar.

Dengan demikian, petrodolar telah menjadi semacam hak paten global yang manfaatnya secara eksklusif berada di tangan ekonomi Amerika Serikat, sementara beban inflasinya didistribusikan di antara negara-negara lain.

Kemungkinan Penggunaan Mata Uang Bersama BRICS

Perlu dicatat bahwa masalah ini tidak hanya terbatas pada yuan Tiongkok oleh inisiatif Iran. Mengingat keanggotaan Iran dan keberadaan lima ekonomi besaryang baru muncul seperti Tiongkok, Rusia, Brasil, Afrika Selatan dan India di BRICS dapat memanfaatkan kapasitas lembaga ini untuk mengalahkan dominasi Petrodolar.

Beberapa waktu lalu, BRICS mengumumkan bahwa lembaga ini akan membuat mata uang bersama, dan ini membuat marah Presiden Amerika karena langkah ini  benar-benar mempengaruhi dominasi dolar. Setelah respons ini, BRICS mundur dari keinginan ini, sekalipun demikian, dengan melihat hasil perang yang dipaksakan terhadap Iran dan kekalahan Amerika, penggunaan mata uang bersama dapat menjadi agenda Iran dan BRICS.(sl)