Pengguna Asing X: Mari Kita Serukan Nama Pembunuh Pelajar Minab
-
Penghormatan terhadap korban pembantaian AS
Pars Today - Pengguna asing platform media sosial X bereaksi terhadap kecaman Italia atas pembantaian sekolah Minab di Iran tanpa menyebut pelakunya, yaitu Amerika Serikat.
Sebagai akibat dari serangan udara Amerika Serikat terhadap sekolah perempuan Minab di selatan Iran, lebih dari 160 pelajar, sebagian besar perempuan, gugur sebagai syahid dan banyak lainnya terluka.
Giorgia Meloni, Perdana Menteri Italia, baru-baru ini tanpa secara eksplisit menyebut peran Amerika Serikat dalam pembantaian Minab, mengutuk pembunuhan massal pelajar sekolah Syajarah Thayyibah di kota tersebut sebagai hasil dari serangan dan menuntut pencarian pihak yang bertanggung jawab atas tragedi ini.
Menurut laporan Pars Today, kecaman yang terlambat ini, tanpa menyebut penyebab sebenarnya yaitu Amerika Serikat, juga memicu reaksi pengguna asing di platform media sosial X.
Terkait hal ini, seorang pengguna dengan nama Aksime menulis, “Simpati dan kecaman itu baik, tetapi sepertinya kita tidak tahu bahwa kejahatan ini dilakukan oleh Amerika Serikat. Pihak mana yang kita cari? Negara-negara Barat adalah mereka yang tidak menyebut nama pembunuh gadis-gadis Minab dan tidak mengadili pembantai anak-anak Gaza.”
Pengguna lain dengan nama Ivan, dengan merujuk pada penyembunyian nama Amerika Serikat dalam pernyataan Meloni mengatakan, “Pembunuh anak-anak tidak hanya tidak menerima tanggung jawab atas kejahatan ini, tetapi juga tidak meminta maaf atasnya. Sejak pembantaian Minab, serangan terhadap target sipil di Iran terus berlanjut. Hal ini dengan jelas menunjukkan bahwa semua target sipil Amerika Serikat adalah disengaja dan terencana.”
Maksud juga menulis, “Gadis-gadis sekolah Minab bukanlah korban pertama kejahatan Amerika Serikat dan juga bukan yang terakhir. Jangan ragu untuk menyebut nama pelakunya.”
Pengguna lain dengan nama Biparva juga mencatat, “Menembaki kapal Iran ‘Dena’ yang tidak bersenjata dan menenggelamkannya di luar zona perang, menyerang sekolah perempuan di Minab dengan rudal Tomahawk, dan menargetkan infrastruktur sipil Iran semuanya adalah kejahatan perang yang pengecut. Jika Amerika Serikat memiliki sedikit keberanian, lebih baik mendekat dan berdiri berhadapan langsung dengan prajurit pemberani Iran dalam pertempuran.”
Aleksey menekankan, “Kejahatan ini adalah keruntuhan semua standar moral dan hukum. PBB tidak bisa diam menghadapi bencana seperti ini. Sampai tahap apa Dewan Keamanan akan menjadi penonton pelanggaran hak asasi manusia yang nyata? Tidak menyebut nama Amerika Serikat berarti menyetujuinya. Kecaman saja tidak cukup.”
Daivid juga mengatakan, “Dari koalisi Epstein pemakan anak, tidak ada yang diharapkan selain pembunuhan anak. Aib bagi para pembunuh. Mari kita sebut nama Amerika Serikat yang kriminal dengan lantang.”
Dan akhirnya, behicak menegaskan bahwa pembantaian sekolah Minab membuat kita semua malu sebagai manusia. Tidak dapat dilupakan. Membunuh gadis-gadis kecil dengan menargetkan mereka oleh Washington tidak dapat dimaafkan. Meloni mencari pembunuh mana?(sl)