Paus Tegaskan Pesan Damai, Trump Balas dengan Foto AI
-
Paus Leo XIV
Pars Today - Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Leo XIV, kembali menegaskan pesan perdamaiannya di tengah perbedaan sikap dengan Presiden AS Donald Trump mengenai agresi militer ke Iran. Paus menyatakan bahwa meskipun memiliki perbedaan, manusia dapat hidup berdampingan dalam kedamaian penuh.
Melaporkan dari jaringan CNN, IRNA pada Kamis, 16 April 2026, Paus Leo XIV dalam wawancara dengan wartawan mengatakan, "Kita memiliki keyakinan, cara beribadah, dan cara hidup yang berbeda, tetapi kita bisa hidup bersama dalam kedamaian penuh."
"Promosi narasi seperti ini, saya kira, adalah sesuatu yang perlu didengar dunia saat ini," tambahnya.
Sikap Paus: Kecaman terhadap "Ilusi Kekuasaan Mutlak"
Sebelumnya, Paus Leo XIV, dalam sikap terkerasnya terhadap perang Iran, menyebut "ilusi kekuasaan mutlak" sebagai faktor pemicu eskalasi agresi gabungan AS dan rezim Zionis terhadap Iran. Ia menyerukan perdamaian dengan tegas:
"Egoisme dan materialisme sudah cukup! Pertunjukan kekuasaan sudah cukup! Perang sudah cukup!"
Trump Balas dengan Serangan Pribadi dan Foto AI
Menanggapi sikap Paus, Trump meluapkan kemarahannya. Dalam pesan di Truth Social, ia menuduh, "Paus Leo lemah terhadap kejahatan dan bertindak sangat buruk dalam kebijakan luar negeri."
Trump juga mengklaim bahwa Paus berbicara karena "takut pada pemerintahan Trump," tetapi tidak menyebut ketakutan yang dialami Gereja Katolik dan organisasi Kristen lainnya selama pandemi COVID-19.
Lebih jauh, Trump mengunggah foto buatan AI yang menampilkan dirinya mengenakan jubah religius. Meskipun foto tersebut dihapus beberapa jam kemudian, menurut laporan Axios, langkah ini berisiko kehilangan dukungan pemilih Katolik yang ragu-ragu, yang pada pemilu 2024 memilihnya.
Damai adalah pesan. Namun di era politik identitas dan teknologi manipulatif, pesan damai bisa diserang dengan foto palsu dan retorika kebencian. Sekarang rakyat mulai melihat siapa yang benar-benar membawa kedamaian, dan siapa yang hanya memanfaatkannya untuk kepentingan kekuasaan.(sl)