"Hatiku untuk Palestina": Pelatih Mesir Persembahkan Kemenangan Bersejarah untuk Gaza
-
Hossam Hassan, pelatih tim nasional Mesir
Pars Today - Pelatih tim nasional Mesir menangis setelah kemenangan timnya atas Australia dan berkata, "Saya persembahkan kemenangan ini untuk rakyat Mesir dan untuk rakyat Palestina yang baik hati dan dermawan."
Melansir IRNA, 4 Juli 2026, Pars Today melaporkan bahwa Hossam Hassan, pelatih tim nasional Mesir, setelah kemenangan atas Australia melalui adu penalti dan lolosnya timnya ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, mempersembahkan kemenangan ini, selain untuk Mesir, juga untuk rakyat Palestina.
Pelatih tim nasional Mesir mengatakan, "Hati dan jiwaku bersama rakyat Palestina. Saya berterima kasih kepada mereka dari lubuk hati yang paling dalam karena mereka sangat gembira untuk kami. Semoga Tuhan memberi mereka kemenangan dan merahmati para martir mereka."
Tim nasional Mesir, setelah mengalahkan Australia dalam adu penalti di babak 32 besar Piala Dunia 2026, untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka melaju ke babak 16 besar Piala Dunia.
Menurut media Arab, warga Palestina di Jalur Gaza telah mendukung tim nasional Mesir sejak awal Piala Dunia 2026. Meskipun menghadapi kondisi kemanusiaan yang sulit di Jalur Gaza, mereka menyaksikan pertandingan Mesir melawan Australia dengan penuh semangat dan antusiasme.
Kemenangan Mesir atas Australia dan lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah adalah pencapaian yang monumental. Namun, yang membuat momen ini lebih istimewa adalah dedikasi emosional Hossam Hassan kepada rakyat Palestina.
Pernyataan Hossam Hassan bahwa "hati dan jiwaku bersama rakyat Palestina" adalah pengingat yang kuat bahwa konflik di Gaza dan pendudukan Israel terus membebani hati nurani dunia Arab dan Muslim. Ini adalah solidaritas yang melampaui batas-batas politik dan olahraga.
Fakta bahwa warga Palestina di Gaza, meskipun menghadapi kondisi yang mengerikan, masih menemukan waktu untuk menonton dan mendukung tim Mesir adalah bukti ketahanan manusia. Ini menunjukkan bahwa bahkan di tengah keputusasaan, ada ruang untuk harapan dan kegembiraan.
Dedikasi ini juga menunjukkan bahwa olahraga, bahkan di tingkat tertinggi, tidak dapat dipisahkan sepenuhnya dari politik dan realitas kemanusiaan. Bagi banyak orang, kemenangan Mesir adalah simbol kecil dari ketahanan dan harapan di tengah duka yang mendalam.(Sail)