Di Inggris, Kekerasan terhadap Perempuan Capai Rekor Tinggi
Kepada Direktur Penuntut Umum mengatakan, jumlah penuntutan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Inggris dan Wales mencapai rekor tinggi tahun lalu.
Surat kabar The Guardian pada Selasa (6/9/2016) menulis, Alison Saunders dalam sebuah laporannya menyuarakan keprihatinan atas peningkatan tajam angka kekerasan terhadap perempuan di Inggris dan Wales.
"Jumlah pelanggaran terhadap perempuan, termasuk kekerasan dalam rumah tangga, pemerkosaan dan kekerasan seksual, naik hampir 10 persen menjadi 117.568 kasus pada tahun 2015-6," ujarnya.
Sebanyak 6.217 kasus pelecehan seksual terhadap anak terjadi tahun lalu dan jumlah ini naik 15,4 persen dibanding tahun sebelumnya.
"Kasus kekerasan terhadap anak-anak, perempuan dan anak perempuan meliputi pemerkosaan, kekerasan seksual dan juga pelecehan seksual," kata Saunders dalam laporannya.
Menurut Saunders, salah satu pemicu naiknya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Inggris dan Wales adalah penggunaan internet, media sosial dan bentuk-bentuk lain dari teknologi untuk mempermalukan dan mengancam individu.
"Tidak diragukan lagi bahwa lebih mudah untuk melakukan banyak kejahatan online, orang melakukannya tanpa berpikir, itu lebih cepat dan memiliki jangkauan yang luas untuk berhubungan dengan banyak orang," jelasnya. (RM)