AS Dinilai Ingin Hambat Operasi Militer Rusia di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i24484-as_dinilai_ingin_hambat_operasi_militer_rusia_di_suriah
James Jatras, mantan analis kebijakan luar negeri Senat AS, mengatakan bahwa AS meremehkan kesuksesan pemerintah Suriah dan sekutunya dalam memerangi teroris Daesh.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 30, 2016 11:45 Asia/Jakarta
  • AS Dinilai Ingin Hambat Operasi Militer Rusia di Suriah

James Jatras, mantan analis kebijakan luar negeri Senat AS, mengatakan bahwa AS meremehkan kesuksesan pemerintah Suriah dan sekutunya dalam memerangi teroris Daesh.

Dalam wawancaranya dengan Press TV, Sabtu (29/10/2016), Jatras menuturkan AS ingin mempertahankan pasukannya di Suriah Utara dengan alasan operasi darat terhadap teroris di Raqqa.

"Keputusan ini tentu tidak baik dan AS ingin mengejar kebijakannya terkait pembentukan zona larangan terbang di Suriah Utara. Langkah ini akan menghalangi operasi kontra-terorisme oleh pemerintah Suriah dan juga Rusia dan Iran," jelasnya.

Menurut Jatras, pemerintah Damaskus harus memiliki otoritas untuk memilih sendiri sekutu-sekutunya dalam perang menumpas teroris.

Pada Rabu lalu, Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengatakan Washington sedang menyusun sebuah operasi darat untuk membersihkan Raqqa dari teroris Daesh.

Ia mengklaim bahwa AS tidak akan terlibat secara langsung dalam operasi tersebut. (RM)