Menhan AS: Tidak Mudah Merebut Raqqa dari Daesh
-
Ashton Carter, Menhan Amerika
Menteri Pertahanan Amerika Serikat mengatakan, kami menyambut pertempuran di Raqqa, akan tetapi membebaskan kota ini dari tangan teroris Daesh, tidak akan mudah.
Kantor berita Perancis (6/11) melaporkan, Ashton Carter, Menhan Amerika, Ahad (6/11) mengumumkan, langkah berikutnya operasi koalisi anti-Daesh adalah memblokade Raqqa dan membebaskan kota itu.
Carter menambahkan, perang di Raqqa tidak akan sama seperti di Mosul, akan tetapi penting bagi kita untuk mengakhiri petualangan Daesh dan melumpuhkan kekuatan kelompok teroris ini sehingga tidak bisa melancarkan serangan teror terhadap Amerika dan sekutu-sekutunya.
Menhan Amerika menjelaskan, pasukan koalisi internasional akan terus melanjutkan bantuannya kepada pasukan lokal Irak dan Suriah untuk memukul Daesh.
Statemen ini disampaikan Menhan Amerika, setelah sebelumnya pada Sabtu malam, pasukan Partai Uni Demokratik Kurdi Suriah, PYD melancarkan operasi bersandi "Amarah Furat" untuk merebut kembali kota Raqqa, Utara Irak dari tangan Daesh.
Serangan pasukan PYD ke Raqqa dilakukan bersamaan dengan operasi militer Irak di dalam wilayah kota Mosul yang sudah memasuki hari ketiga.
Raqqa dan Mosul adalah dua kota besar yang masih diduduki Daesh dan kelompok teroris ini tahun lalu telah kehilangan kontrol atas sejumlah banyak wilayah lainnya di Irak dan Suriah. (HS)