Putin: Kemampuan Militer Rusia Membangkitkan Kemarahan NATO
-
Vladimir Putin, Presiden Rusia
Vladimir Putin, Presiden Rusia mengatakan, peningkatan kemampuan Angkatan Bersenjata Rusia telah membangkitkan kemarahan negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO.
IRNA (12/11) melaporkan, Presiden Rusia, Sabtu (12/11) menuturkan, latihan-latihan dan peningkatan kemampuan tempur Rusia telah membangkitkan kekhawatiran mitra-mitra kami di NATO, pada saat yang sama penyelenggaraan manuver-manuver militer dan pergerakan pihak lawan tidak membuat Moskow cemas.
Putin menambahkan, dengan memperhatikan kondisi khusus kawasan dan dunia, program mempersenjatai pasukan dan peningkatan kemampuan tempur terus dilakukan, begitu juga dengan perubahan di struktur militer dan pemulihan kondisi setiap personil.
Rusia sejak tahun 2014 menyaksikan peningkatan kemampuan tempur Barat di dekat perbatasannya. Bersamaan dengan berlanjutnya penempatan sistem rudal Amerika Serikat di Timur Eropa (Polandia dan Rumania) militer NATO membentuk benteng di sekeliling perbatasan Rusia di negara-negara Baltik seperti Lithuania, Estonia, Latvia dan Georgia juga Moldova.
Putin sebelumnya mengatakan, dalam waktu satu dekade ke depan, 770 milyar dolar akan dianggarkan untuk belanja militer Rusia.
Ia menegaskan, dalam waktu lima hingga 10 tahun mendatang, kami bermaksud mempersenjatai militer dan memodernisasi alutsista serta armada laut. Progam kami adalah, hingga tahun 2020, lebih dari 70 persen personil militer sudah dilengkapi dengan peralatan perang baru. (HS)