Rusia dan Kecenderungan ke Timur
https://parstoday.ir/id/news/world-i27286-rusia_dan_kecenderungan_ke_timur
Presiden Rusia, Vladimir Putin Kamis (1/12) saat menyampaikan pidato tahunannya di parlemen negara ini menyatakan, Rusia cenderung ke timur Asia bukan karena hubungannya yang memanas dengan Barat, namun didorong oleh kepentingan nasional.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 03, 2016 08:11 Asia/Jakarta
  • Rusia dan Kecenderungan ke Timur

Presiden Rusia, Vladimir Putin Kamis (1/12) saat menyampaikan pidato tahunannya di parlemen negara ini menyatakan, Rusia cenderung ke timur Asia bukan karena hubungannya yang memanas dengan Barat, namun didorong oleh kepentingan nasional.

Putin di kesempatan tersebut menepis isu bahwa memanasnya hubungan Moskow dengan Barat sebagai dalih perubahan strategi ini dan menandaskan, “Kepentingan nasional jangka panjang kami dan proses global yang menentukan arah kebijakan Moskow saat ini.”

 

Putin menilai kolaborasi Rusia-Cina sebagai salah satu faktor kunci untuk menjamin stabilitas dunia dan regional di kondisi saat ini. Ia mengatakan hubungan kedua negara menjadi model interaksi timbal balik yang menguntungkan. Putin juga menekankan pentingnya kerjasama Rusia dengan India dan mengungkapkan dirinya optimis hubungan Rusia dengan Jepang akan pulih.

 

Statemen terbaru Putin sejatinya menunjukkan perubahan besar di kebijakan luar negeri Rusia. Sebelum krisis Ukraina di tahun 2014 dan di era hubungan emas Rusia dan Barat, Moskow menjalin hubungan besar di sektor ekonomi, perdagangan, finansial dan bahkan militer serta persenjataan dengan mitra Eropanya. Meski demikian, krisis Ukraina dan tensi yang terus meningkat antara kedua pihak soal Kiev membuat hubungan dan kerjasama Rusia-Uni Eropa berubah menjadi hubungan yang dipenuhi kecurigaan. Di sisi lain, strategi Eropa ini malah membuat mereka mengalami kerugian besar.

 

Adapun kini model hubungan Rusia dengan organisasi terbesar Eropa yakni Uni Eropa mengalami perubahan mendasar dan tidak lagi dapat diharapkan seperti sebelumnya. Uni Eropa yang mengekor sepenuhnya dengan strategi Barat terhadap Rusia, bertekad melawan kebijakan Moskow dan oleh karena itu, mereka memanfaatkan senjata sanksi untuk melemahkan Rusia.

 

Di sisi lain, Rusia menyadari bahwa pada dasarnya Barat berupaya melemahkan Moskow. Para pemimpin Kremlin mencapai kesimpulan bahwa Rusia untuk meninkatkan kekuatan ekonomi, perdagangan dan memainkan peran berpengaruh sebagai sebuah negara berpengaruh di sektor energi dunia dan menjalah keamanan nasional serta memainkan peran signifikan di transformasi internasional, bukan saja harus meningkatkan posisi dan kekuatannya di tingkat internasional, namun juga harus melakukan perubahan mendasar di hubungan luar negerinya khususnya di sektor ekonomi, perdagangan dan energi.

 

Dalam hal ini kita menyaksikan sejumlah kontrak ekonomi, perdagangan dan energi antara Rusia dan Cina seperti kontrak 35 tahun ekspor gas senilai 400 miliar dolar, peningkatan hubungan pertahanan dan persenjataan. Di sisi lain, Moskow juga semakin aktif membangun pipa minyak dan gas baru melalui Siberia ke arah timur dan pelabuhan Atlantik untuk mengekspor energi ke arat timur Asia seperti Cina, Jepang, Korea Selatan dan seluruh negara di kawasan ini.

 

Sementara India sebagai kekuatan ekonomi baru, kini menjadi salah satu target Rusia untuk memperluas transaksi ekonomi, perdagangan dan energi. Bagaimana pun juga India senantiasa termasuk konsumen terbesar senjata bikinan Rusia dan diharapkan hubungan ini di masa mendatang masih terus berlanjut meski ada persaingan ketat Barat di pasar senjata New Delhi.

 

Namun begitu, Rusia di Asia timur juga menghadapi sejumlah kendala serius di antaranya berlanjutnya friksi dengan Jepang terkait kepulauan Kuril yang diduduki Uni Soviet di akhir perang dunia kedua. Mengingat Jepang merupakan salah satu kekuatan ekonomi global dan pasar penting minyak serta gas Rusia, wajar jika diharapkan Moskow melakukan langkah-langkah untuk meredam tensi saat ini dengan Tokyo dan memperluas hubungan ekonomi serta perdagangannya dengan Jepang. (MF)