Tantangan Mewujudkan Dunia Bebas Nuklir
https://parstoday.ir/id/news/world-i27571-tantangan_mewujudkan_dunia_bebas_nuklir
Kepala Badan Energi Atom Iran (AEOI), Ali Akbar Salehi dalam pidatonya pada Konferensi Internasional Keamanan Nuklir di Wina, mengatakan Republik Islam Iran adalah pendukung utama denuklirisasi di dunia.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Des 06, 2016 17:10 Asia/Jakarta
  • Tantangan Mewujudkan Dunia Bebas Nuklir

Kepala Badan Energi Atom Iran (AEOI), Ali Akbar Salehi dalam pidatonya pada Konferensi Internasional Keamanan Nuklir di Wina, mengatakan Republik Islam Iran adalah pendukung utama denuklirisasi di dunia.

Salehi menyoroti kebutuhan untuk mewujudkan Timur Tengah yang bebas dari senjata nuklir dan keuniversalan Traktat Non-Profelirasi Nuklir (NPT). Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan upaya untuk pemusnahan senjata nuklir serta menilai program nuklir rezim Zionis Israel sebagai sumber kekhawatiran serius dan ancaman terhadap keamanan regional dan internasional.

Pertemuan Wina diselenggarakan di tengah bahaya penimbunan ribuan hulu ledak nuklir di dunia, yang mengancam keamanan planet ini. Meski adanya kekhawatiran serius, para pemilik senjata nuklir tetap menghabiskan dana miliaran dolar untuk program modernisasi senjata.

Israel – dengan bantuan Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris – juga menyimpan ratusan hulu ledak nuklir dan menjadi satu-satunya pemilik senjata atom di Timur Tengah. Dengan tujuan mendukung Tel Aviv, Washington bahkan menghalangi pelaksanaan konferensi untuk menciptakan Timur Tengah bebas dari senjata nuklir.

Padahal, Gerakan Non-Blok (GNB) dengan lebih dari 120 negara anggota lewat berbagai pernyataan mengumumkan dukungan penuhnya terhadap gagasan menghapus senjata nuklir di Timur Tengah dan senjata pemusnah massal lainnya. Akan tetapi, pertemuan itu gagal digelar karena penentangan AS dan kebijakan standar gandanya dalam implementasi perjanjian perlucutan senjata.

AS memiliki arsenal nuklir terbesar dan stok bom atom mereka cukup untuk menghancurkan planet bumi berkali-kali. Washington juga mati-matian mendukung Tel Aviv dalam pengembangan program senjata nuklir.

AS telah menyerahkan reaktor nuklir pertama kepada Israel di Nahal Sorek. Reaktor ini terletak di dekat perairan Laut Mediterania di selatan Tel Aviv dan mulai beroperasi pada tahun 1960.

Israel juga membangun kerjasama nuklir dengan Perancis pada tahun 1953. Hasil dari kerjasama ini adalah berdirinya reaktor nuklir Dimona di wilayah pendudukan. Menurut keterangan mantan pakar nuklir Israel Mordechai Vanunu, rezim Zionis menyimpan seratus hulu ledak nuklir dan reaktor Dimona mampu memproduksi 40 kilogram plutonium per tahun.

Menurut perkiraan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Israel memproduksi 690-950 kilogram plutonium dan terus meningkatkan produksi yang cukup untuk membuat 10 hingga 15 bom atom setiap tahun.

Jelas bahwa satu-satunya cara untuk terlepas dari mimpi buruk senjata atom adalah memusnahkan seluruh senjata terlarang itu. Namun, doktrin militer yang fokus untuk mempertahankan dan menggunakan senjata atom telah menjadi tantangan utama di jalan itu. Kebijakan yang diumumkan oleh para pemilik senjata atom termasuk AS, Inggris, dan Perancis juga berpijak pada doktrin tersebut.

Presiden AS Barack Obama pernah berjanji untuk melaksanakan konvensi larangan uji coba atom sehingga bisa tercipta perdamaian yang lebih besar di dunia. Tetapi, janji itu hanya menjadi angin lalu dan Obama pun akan segera meninggalkan Gedung Putih.

Dalam pidatonya di Konfrensi Perlucutan Senjata Nuklir PBB, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, "Tidak satu pun negara yang boleh memiliki senjata nuklir. Marilah kita menggunakan sumber keuangan kita untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan, serta memberantas buta huruf dan penyakit. Marilah kita mewujudkan dunia yang bebas dari senjata nuklir sebagai warisan untuk generasi mendatang. Ini adalah hak mereka dan tanggung jawab kita." (RM)